Tujuh Bulan Kompensasi Tak Dibayar, Warga Desa Rahayu Demo JOB P-PEJ

kabartuban.com – Kecewa karena kompensasi dampak gas buang (flare) selama 7 bulan belum dibayar, ribuan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendatangi lokasi Tapak Sumur Pad B Lapangan Mudi, yang dikelola oleh Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ).

Dalam aksi tersebut, warga membentangkan poster yang berisi desakan agar JOB P-PEJ segera melakukan pembayaran kompensasi yang sudah telat selama 7 bulan.

Aksi ribuan masa yang tergabung dalam Gerakan Rahayu Kompensasi Bayar (Gerah Kobar) tersebut dipimpin langsung oleh Sukisno selaku Kepala Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Dalam orasinya, Sukisno meminta agar pihak JOB P-PEJ untuk segera membayarkan kompensasi dan tidak menunda pembayaran lagi.

“Kami meminta JOB P-PEJ untuk segera membayar kompensasi dan tidak ditunda-tunda lagi,” kata Sukisno dalam orasinya bersama ribuan warga Desa Rahayu di depan pintu masuk Pad B Lapangan Mudi.

Sukisno mengatakan bahwa, sulitnya operator Lapangan Mudi untuk diajak komunikasi mengenai pembayaran kompensasi membuat warga terdampak gas buang kesal dan menggelar aksi demo di depan Pad B Lapangan Mudi.

Menurutnya, selama ini Pemerintah Desa Rahayu sudah berusaha untuk menjalin komunikasi mengenai pembayaran kompensasi dampak gas buang, namun pihak perusahaan selalu beralasan bahwa semua masih dalam proses persetujuan pusat.

“Pemerintah Desa sudah berusaha menjalin komunikasi terkait pembayaran kompensasi, namun pihak JOB P-PEJ beralasan masih proses persetujuan pusat”, jelasnya.

Sukisno berharap pihak JOB P-PEJ maupun SKK Migas segera menemui perwakilan warga untuk melakukan klarifikasi mengenai permasalahan kompensasi ini. Sebab, warga tidak akan berhenti menggelar aksi sebelum kompensasi dibayarkan.

“Kami tidak akan berhenti sebelum kompensasi dibayarkan,” tegasnya. (har/riz)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close