Arak Lima Tumpeng, Warga Gaji Tuntut Kejelasan Tanah

336
warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek Tuban saat melakukan aksi di depan Kantor BPN Tuban

kabartuban.com – Puluhan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Tuban mengarak tumpeng dan melakukan doa bersama, sebagai wujud protes mereka akan kasus tanah miliknya yang dinilai telah dirampas oleh PT Semen Indonesia.

Longmarch dengan membawa lima tumpeng dimulai dari depan Kantor Semen Gresik Pabrik Tuban, Gedung DPRD dan Kantor BPN Tuban. ke lima tumpeng tersebut di berikan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN), DPRD Tuban, PT. Semen Indonesia, Pemerintah dan Penegak Hukum.

Koordinator Aksi, Abu Nasir dalam orasinya mengatakan, pihaknya sudah sangat capek, dengan berbagai pihak yang sudah menangani kasus, dan berlarut-larut tak kunjung bahkan terkesan di diamkan. Sudah hampir 15 tahun yang lalu, dan sampai saat ini masih jalan di tempat.

“Kita doakan sama-sama supaya mereka dalam mengemban amanah rakyat, bisa sesuai dengan keinginan rakyat,” teriak Nasir di tengah Panas matahari yang menyengat kulit.

Selain itu, pihaknya menginginkan untuk seluruh instansi yang terkait serius dalam menangani perkara ini.

Setelah puas melakukan orasi, massa ditemui Agung Supriyanto, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Tuban dan mengajak kepada para peserta unjuk rasa agar berkenan untuk diberikan wadah dalam memberikan masukan dan tuntutannya kepada pihak terkait.

“Kapasitas kami tidak bisa mengambil keputusan, sebisa kami memfasilitaai untuk mempertemukan dari pihak masyarakat kepada, PT SI, BPN dan lainnya,” tambahnya.

Setelah berorasi, warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani ini melanjutkan aksinya ke Kantor BPN Tuban yang tak jauh dari Gedung Dewan, sebelum sampai tujuan kelima tumpeng di bawah untuk memutari patung letda Sucipto, sebagai simbol perjuangan beliau akan tetap diteruskan dengan semangat yang berbeda.

Sesampainya di Kantong BPN, warga langsung ditemui Kepala BPN Tuban, Ganang Anindito dan warga membeberkan keluh kesahnya, yang mana buntut dari kesalahan BPN, karena dokumen yang dikeluarkan palsu, sebab yang mengajukan surat sudah meninggal sejak tahun 1974.

“Masa ada, yang mengajukan sudah mati sejak lama, dokumenmya diterima,” kata Abu.

Sementara itu, mendengar protes warga kepala BPN Tuban mengaku tidak bisa melakukan apa-apa, karena masalah ini sudah masuk di Pengadilan Tata Usaha Negeri, sambil menunggu hasilnya.

“Kita bisa melakukan apa-apa, kita tunggu hasilnya saja,” terangnya.

Puas dengan aksinya, para demonstran membubarkan diri dengan tertib.

Sedangkan ditempat terpisah Kepala Biro Media Relation PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Sigit Wahono mengatakan, terkait dengan tuntutan warga di Desa  Gaji, Semen Indonesia selalu menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami berharap semua pihak dapat menghormati proses tersebut (hukum),” kata Sigit singkat. (Dur) 

Apa Komentarmu?

SHARE