Awal Tahun 2018, Harga Beras Terus Naik

296
Salah satu pedagang Beras di Pasar Baru Tuban.

kabartuban.com – Harga beras mencapai titik tertinggi pada awal tahun 2018, namun pemerintah mengatakan stok beras di Bulog cukup sampai musim panen di akhir Januari atau awal Februari mendatang.

Di Pasar baru Tuban, harga beras jenis medium  pada akhir pekan lalu mencapai antara Rp10.500 sampai Rp11.500. Angka ini jauh melebihi harga beras pada awal 2017 sekitar Rp 9.500.

Salah satu pedagang beras, Tutik mengatakan harga beras merangkak nain sejak sebulan terakhir, karena disebabkan stok beras dari panen tahun sebelumnya mulai menipis,  sehingga menyebabkan harganya naik.

“Beras jenis medium naik sudah mulai sebulan kemarin mas, naiknya bertahap,” ujar Tutik (09/01/2018).

Untuk bahan kebutuhan pokok primer di Indonesia, beras  berjenis premium pihaknya menjual dengan harga Rp12.500 yakni bengawan dan raja lele super.

“Untuk premium masih stabil mas, kalaupun naik tidak terlalu banyak,” tambahnya.

Sementara itu, Kasub Divre Bulog III Bojonegoro,  Irsan Nasution menampik terkait lonjakan harga beras bukan karena stok panen yang menipis, namun disebabkan hukum pasar yang berlaku, yakni ketika permintaan meningkat pasti mempengaruhi harganya yang juga naik.

“Bukan masalah stok yang sedikit mas, tapi memang hukum pasar itu yang menyebabkan naik,” sambung Irsan.

Sampai saat ini stok beras di wilayah Tuban, Bojonegoro dan Lamongan masih terpantau aman, masih sekitar sekitar 16 ribu ton, jadi cukup sampai musim panen bulan akhir bulan ini sampai Februari.

“Stok masih aman mas, diwilayah sub drive III,” terangnya.

Pihaknya juga, melakukan operasi pasar sejak desember 2017 dan sampai 31 maret  2018 atas perintah dari Kementerian Perdagangan ke mitra Bulog termasuk distributor beras, untuk menekan lonjakan harga beras.

“Harapannya, dengan adanya operasi pasar segera bisa menstabilkan harga beras, dan bisa menekan harga bersa supaya tidak melonjak lebih tinggi,” pungkas. (Dur)

Apa Komentarmu?

SHARE