Bahayakan Pengguna Jalan, Jalur Pantura Ditanami Pohon Pisang

521
jalan jalur Pantura Surabaya-Semarang, tepatnya di wilayah Kecamatan Semanding Tuban yang ditanami pohon pisang oleh warga.

kabartuban.com- Jalan raya jalur Pantai Utara (Pantura) Surabaya–Semarang, mulai Kecamatan Widang hingga kecamatan Semanding  Kabupaten Tuban atau mau masuk Kota Tuban rusak. Terdapat lubang dan gelombang yang cukup besar akibat aspal mengelupas di sejumlah titik yang cukup membahayakan pengguna jalan terutama pengendara kendaraan roda dua (Sepeda motor).

Sejumlah warga mengaku, akibat buruknya kondisi jalan tidak sedikit pengendara kendaraan yang mejadi korban setelah terperosok dalam lubang yang samar karena tergenang air.

“Kalau sampai kecelakaan parah tidak mas, tapi sering pengendara motor terperosok di lubang,” kata Suparno, warga Kecamatan Widang (10/02/2017).

Menurut Soparno, parahnya kerusakan jalan ini sejak musim hujan, selain itu juga memang kendaraan yan melintas di jalur Surabaya-Semarang  rata-rata kendaraan besar. Sementara ini upaya perbaikan dengan cara menambal tidak pernah bertahan lama, akan tetepi sudah muncul lubang lagi.

“Perbaikan jalan dilakukan dengan ditambal aspal dan kembali rusak,” terang Suparno.

Hal serupa juga dikatakan Munthalip, seorang sopir truk, yang hampir setiap hari melintasi di jalur tersebut. Bukan saja di wilayah Kabupaten Tuban, tetapi sampai di luar kabupaten ini juga banyak ditemukan jalan yang rusak.

“Kondisi jalur pantura perlu di perbaiki sebab ini akses utama,” terangnya.

Sementara itu, pantauan kabartuban.com dilapangan, jalur Surabaya-Semarang tepatnya di Desa Gesing, Kecamatan Semanding nampak sebuah pohon pisang tertancap di jalur tersebut, warga sengaja menanam pohon karena lubang terlalu dalam dan dapat membahayakan pengguna jalan.

“Saya lihat ditanami pisang mas, memang lubangnya dalam itu,” ujar Wawan, Pengguna Kendaraan bermotor, warga Kecamatan Palang (10/02/2017).

Menurut Wawan, mestinya pemerintah segera melakukan perbaikan, karena akses jalan Nasional itu cukup ramai dan merupakan jalur utama.  Apalagi jika kondisi jalan dibiarkan berlubang bukan tidak mungkin akan menyebabkan kecelakaan lalulintas akibat terperosok di lubang.

“Cepet diperbaiki lah, ini akses utama, selain itu ini akan membahayakan keselamatan pengguna jalan terutama kendaraan roda dua seperti saya,” lanjut Wawan ini. (Luk)

Apa Komentarmu?

SHARE