BPBD Peringatkan Potensi Bencana di Lokasi Wisata Alam

235
Salah satu wisata pemandian air hangat di Kabupaten Tuban.

kabartuban.com – Beberapa hari terakhir, sebagain besar wilayah di Kabupaten Tuban diguyur hujan cukup deras, apalagi menurut Badan Pendanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bulan Februari ini merupakan puncak musim penghujan yang ditandai dengan tingginya curah hujan.

Oleh karenanya, Kepala BPBD Kabupaten Tuban Joko Ludiyono mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai segala potensi yang timbul, seperti angin, petir, banjir,  termasuk di kawasan lokaasi wisata alam yang cukup banyak dikelola masayarakat Kabupaten Tuban saat ini.

”Tetap waspada, hati-hati dan ikuti petunjuk yang ada,” pesan Joko (8/2/2018).

Terkait dengan potensi bencana di lokasai wisata alam, Joko mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disprabudpora) Kabupaten Tuban, guna mengantisipasi kejadian kecelakaan di obyek wisata, dan timbulnya korban di kawasan wisata.

“Kami akan bekerjasama dengan dinas untuk memberikan bekal pada Pokdarwis, keterampilan penyelamatan dan evakuasi, apabila ada kejadian di tempat wisata,”  terang Joko.

Sementara itu, Suwanto Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Parbudpora, Kabuaten Tuban, dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya sudah menyampaikan kepada Pokdarwis agar mengantisipasi segala bentuk bayaha yang berpotensi di lokasi wisata.  Bahkan pelatihan-pelatihan dengan menggandeng BPBD Tuban akan dilakukan untuk memberikan ketrampilan Pokdarwis menghadapi bencana.

”Utamanya yang dikelola desa, kami sudah kunjungan, dan sudah ada Pokdarwis yang memiliki pengalaman mengikuti pelatihan,” kata Suwant,

Lebih lanjut dijelaskan, jika memang ada rekomendasi dari otoritaas terkait, dalam hal ini BPBD Tuban, terkait dengan peringatan bahaya dilokasis wisata, pihak dinas akan segera memberikan peringatan bagi pengelola wisata, termasuk menutup operasional sementara saat cuaca buruk terjadi.

“Dan seperti obyek wisata pantai, jika memang bahaya sesuai rekomendasi oleh ahlinya, bisa saja obyek wisata itu tidak dioperasikan sementara, berkaitan dengan kondisi alam,” katanya.

Dibeberapa tempat wisata alam, ia mengaku juga sudah memberikan rambu-rambu peringatan, seperti kedalaman air, ketinggian dan sebagainya, tujuanya agar menjadai peringatan bagi pengunjung wisata.

“Wisata air dan lainya sudah ada peringatanya, kedalaman dan sebagainya ada kami pasang,” pungkas Suwanto ini. (Luk)

Apa Komentarmu?

SHARE