Cawapres KH Ma’ruf Amin Hadiri Haul Masyayikh di Ponpes Langitan

820
KH Ma'ruf Amin bersama salah satu putra almarhum KH Abdullah Faqih saat akan ziarah ke makam Masyayikh Ponpes Langitan Widang Tuban.

kabartuban.com – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut  1 (Satu), KH Ma’ruf Amin menghadiri acara Haul Masyayikh Pondok pesantren Langitan ke 48, Desa/Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Kamis (18/10 /2018).

Kegiatannya yang dihadiri kurang lebih dari 5 ribu pengunjung, baik dari alumni atau orang tua santri, memadati salah satu pondok tertua di Bumi Wali ini sejak pagi.

Dalam sambutannya, KH Ma’ruf Amin, mengaku bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah sekian lama sejak Pengasuh Ponpes dulu KH Abdullah Faqih meninggal, baru bisa dipertemukan kembali di pondok ini.

“Sore ini bisa bersilaturahmi ke Ponpes Langitan, saya sudah lama tidak kesini, kalau dulu KH Abdullah Faqih masih hidup, saya membicarakan berbagi masalah keumatan, kebangsaan, dan lain sebagainya,” ujar Ma’ruf Amin mengawali sambutannya.

Kiai yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menambahkan, Perlu adanya kaderisasi, supaya tidak ada kekosongan ulama. Karena ketika Allah ingin mengambil kembali ilmu, maka sekalian juga ulama pun juga ikut diambil.

“Betapa pentingnya menyiapkan barisan berikutnya untuk melanjutkan perjuangan para ulama dalam menyerukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” tambahnya.

Mantan Rais Aam PBNU ini juga mengatakan, tugas Ulama sangatlah berat. Selain terus berusaha menjaga agama, juga keutuhan Negara. Karena pekerjaannya, semakin berat, sebab banyak paham yang radikal bahkan ekstrim harus dijaga dengan Thoriqoh Ahlussunah Wal Jamaah An Nahdliyah, dan kemudian menjaga negara sesuai dengan apa yang telah disepakati oleh para pendiri negara.

“Salah satu peran ulama di negara ini adalah, resolusi jihad yang di cetuskan oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim As’ary dan menginspirasi kejadian 10 November, yang saat ini diperingati sebagai hari pahlawan,” tambahnya.

Masih kata Kiai Ma’ruf, pihaknya terpaksa harus hijrah dari jalur kultural menjadi struktural, karena diminta untuk mendampingi Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti. Walaupun banyak yang mencibir sudah udzur.

Cawapres ini juga masih berpegang teguh pada suatu kisah orang tua yang rajin menanam pohon. Pada suatu ketika ada seseorang bertanya mengapa masih rajin menanam pohon padahal sudah tua. Orang tua itupun menjawab saya menanam ini bukan untuk saya, namun untuk anak cucunya kelak yang menikmatinya.

“Ada yang bertanya pada saya, sudah tua kok mau menjadi Wapres? di hati kecil saya, sebenarnya tidak mau, tapi karena saya terpanggil untuk mengabdikan diri kepada bangsa, untuk genarasi sesudah saya,” terangnya.

Kiai Ma’ruf Amin juga juga berpesan kepada para santri, jangan pernah berkecil hati, karena menurutnya santri bisa jadi apa saja, bisa menjadi kyai, pengusaha, profesor, Wapres bahkan menjadi Presiden.

“Kedepan semoga saya bisa diberikan kesempatan kesini lagi, bukan sebagai Cawapres, tapi sudah sebagai Wapres,”pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga, pendamping Capres Jokowi ini berziarah ke komplek makam Masyayikh Ponpes Langitan, dengan membacakan tahlil serta doa bersama. Selesai rombongan ini langsung bertolak untuk melanjutkan perjalanan menuju Hotel JW Mariot Surabaya. (Dur/Rul)

Apa Komentarmu?

SHARE