Elpiji Sulit Didapat, Koperindag Sebut Tidak Ada Kelangkaan

83

kabartuban.com – Tabung Gas Elpiji (LPG), ukuran tiga kilogram (3Kg), beberap hari ini mulai hilang dari para pengecar, utamanya di wilayah Kecamatan Merakurak dan sekitarnya, bahkan ditingkat pengecer, saat ini harga tabung gas ini menembus Rp19.000 hingga Rp20.000 per tabung.

“Beberpa hari ini sering kosong, dan sulit didapatkan, harganya juga lebih mahal,” kata Nita, warga Desa Tegalrejo Kecamatan, Merakurak, Kabupaten Tuban (10/4/2018).

Menurut Nita, akibat sulitnya mendapatkan gas di pedagang-pedagang sekitar rumahnya, ia harus ke luar desa, untuk mendapatkan bahan bakar utama dapur untuk keperluan memasak dan sebagainya.

“Nyari sampe jauh, karena di sekitar rumah sudah kosong semua,” terang Nita.

Mensikapi kelangkaan tabung gas Elpiji 3kg tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tuban, Drs Agus Wijaya mengatakan, jika kondisi tersebut bukanlah kelangkaan, hanya saja kebutuhan tabung mengalami peningkatan cukup drastis, dibanding hari biasanya seiring dengan banyaknya hajatan menjelang bulan Suci Ramadhan.

“Bukan langka, tapi memang kurang karena kebutuhan bulan ini sangat banyak, mungkin karena kegiatan hajatan dan lain-lain, suplai tetap dan kebutuhan tinggi,” kata Agus Wijaya.

Atas tidak imbangnya suplai dan permintaan tabung gas Elpiji tersebut, Dinas sudah berkoordinasi dengan pihak pertamina agar pasokan disesuaikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pertamina kaitannya dengan kondisi ini,” katanya.

Sementara itu, pemilik pangkalan Elpiji 3kg di Jalan Brawiaya Tuban, Sukadir, membenarkan jika permintaan cukup tinggi sementara suplai dari agen masih sama. Budaya hajatan masyarakat Tuban menjelang Ramadhan juga menjadi pemicu naiknya permintaan tabung 3kg.

“Banyak permintaanya, tidak langka, hanya pengirimannya ada antrean,” papar Sukadir. (Luk)

Apa Komentarmu?

SHARE