Glising, Tradisi Masyarakat Pesisir Tuban Jelang Lebaran 

132
Rudi warga setempat menuangkan pasir laut ke atas tanah kuburan keluarganya

kabartuban.com – Ada tradisi unik, yang selama ini dilakukan masyarakat Pesisir Nelayan Tuban, yakni pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat nelayan mengganti tanah kuburan leluhur dengan pasir pantai yang agak kasar atau tradisi itu disebut Glising.

Tampak puluhan masyarakat yang melakukannya Glising di komplek kuburan umun Randu Gede, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban. Salah satunya Rudi (28) warga setempat yang bertujuan untuk mengganti tanah dengan pasir laut, sebagai wujud bakti pada leluhur yang telah meninggalkan dengan membersihkannya.

“Ya wujud kita berbakti dengan orang tua mas, dengan diletakkan pasir di atas kuburan, rumput akan sulit tumbuh, jadi kuburan kelihatan bersih,” ujar Rudi kepada kabartuban.com, Rabu (13/6/2018).

Sebelum ritual mengganti tanah dilakukan, meraka memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar segala amal ibadah orag tua dan kerabatnya diterima dan dosanya diampuninya, baru setelah itu menuangkan pasir yang berada dalam karung ke atas liang lahat sambil meratakan pasirnya.

“Jadi ritual atau tradisi ini bukan hanya mengganti tanah saja. Namun, juga kita memanjatkan doa agar segala amal perbuatannya almarhum diterima disisinya,” tambahnya.

Senada juga dikatakan Roni, warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, kalau tradisi ini sudah dilakukan turun-temurun dan entah mulai kapan dimulai, yang jelas orang dan kakaknya telah melakukan hal tersebut.

“Ini warisan orang tua mas, sudah sejak dulu dilakukan, tapi saya tidak tau kapannya mas,” sambungnya. (Dur) 

Apa Komentarmu?

SHARE