Imbas Virus Corona di Negara China, Harga Bawang Putih Meroket

kabartuban.com – Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tuban mulai meroket harganya. Hal ini diduga diakibatkan stok barang impor dari Tiongkok diberhentikan, karena wabah Virus Corona di negara tersebut.

Salah satu pedagang pasar Baru Tuban, Rumiyatun menuturkan, kenaikan harga komoditas bawang putih, ini terjadi sejak sepekan terakhir. Dari harga yang sebelumnya hanya Rp30 ribu, saat ini menjadi Rp50 ribu perkilogram.

“Yang ada sekarang, stok lama impor kiriman dari Surabaya,” kata Rumiyatun kepada awak media, Kamis (6/2/2020).

Sedangkan untuk barang baru, masih di stop karena ke khawatiran virus Corona, bisa menyebar. Sehingga bawang putih kemungkinan sementara waktu dihentikan.

“Jadi barang ya tidak boleh keluar, khawatir virus nya meyebar di Indonesia gitu, kabar nya mas,”tambahnya.

Diakuinya, kini banyak pembeli yang mengeluhnya tingginya harga bawang putih. Pihaknya berharap pemerintah bisa mengatasi permasalahan ini, agar masyarakat bisa membeli bawang putih dengan harga terjangkau.

“Sekarang yang paling tinggi harganya bawang putih,naiknya hampir 30-40 persen,” katanya

Sementara itu, harga bumbu dapur lainnya, malah mengalami punurunan. Seperti cabai rawit merah saat ini mencapai Rp 50 ribu, dari harga sebelumnya Rp 70 ribu perkilogram.

Kemudian cabai kriting juga perkilogram dijual Rp50 ribu, yang sebelumnya Rp55 ribu. Lalu, bawang merah relatif stabil, diharga Rp30 ribu perkilogrmanya. (Dur/Rul)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close