KPUD Tuban Tetapkan 934.444 DPT di Pemilu 2019

288
KPUD Tuban saat melakukan papat penetepan DPT untuk Pemilu tahun 2019.

kabartuban.com –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilih Umum (Pemilu) tahun depan, yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019 .

Daftar Pemilih yang ditetapkan ini, nanti mempunyai hak konstitusional dalam memilih wakil ke parlemen atau pucuk kepala negara di Republik Indonesia.

Informasi yang berhasil di himpun kabartuban.com, jumlah pemilih di Tuban sebanyak 934.444 terdiri dari laki-laki 461.142 dan perempuan 473.302 yang tersebar di 3.917 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 3.28 Desa dan Kelurahan di Bumi Wali.

“DPT sudah kita tetapkan dan tidak bisa diubah-ubah. Namun, kalaupun ada warga Tuban yang belum terakomodir, ketika di hari pencoblosan bisa masuk pada DPK (Daftar Pemilih Khusus), kalau dulu Daftar Pemilih Tambah (DPTb),dengan membawa e-KTP ,” ujar Kasmuri Ketua KPU Kabupaten Tuban, Senin (20/8/2018).

Hasil tersebut, masih kata Kasmuri, pengurangan dari TPS yang dihapus, yakni di Kelurahan Sendangharjo, TPS Lapas sesuai dengan surat edaran KPU RI nomor 887/PL.02.1-SD/01/KPU/VIII/2018 tertanggal 13 Agustus 2018 menyebutkan bahwa, mengembalikan daftar pemilih yang berada di Lapas dikembalikan ke daerahnya masing.

“Hasil itu dikurangi TPS 11 Kelurahan Sendangharjo di Lapas, sesuai SE KPU RI,” tambahnya.

Sementara Ketua Badan Pengawas Pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Tuban, Sulamul Hadi saat ditemui usai rapat pleno DPT, menuturkan untuk hasil hari ini sesuai dengan data dari pengawasan Bawaslukab Tuban.

“Kalai angka sudah sesuai dengan milik kita,” sambungnya.

Namun, masih ada catatan sedikit, terkait regulasi dari KPU RI melihat kondisi di lapangan, seperti SE untuk pemilih Lapas, maka diperlukan koordinasi dengan KPU maupun Bawaslu sampai tingkatan paling bawah, untuk bersama-sama komunikasi untuk menjaga hak pilih diri dari masyarakat.

“Kewajiban kita bersama melihat kondisi dilapangan, supaya hak konstitusional dari masyarakat tidak hilang maka harus kita awasi bersama,” terangnya. (Dur/Rul) 

Apa Komentarmu?

SHARE