Meluas, 33 Desa di Tuban Kekerungan Air Bersih

656
Tim BPBD Kabupaten Tuban saat melakukan droping air besih pada wilayah yang membutuhkan.

kabartuban.com – Musim kemarau tahun ini, membuat sejumlah daerah di kabupaten Tuban terdampak kekeringan. Bahkan semula hanya 28 Desa, kini menjadi 33 Desa yang tersebar di 10 Kecamatan.

“Bertambah dua wilayah, yakni Kecamatan Soko dan Rengel,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban Drs. Joko Ludiyono, Sabtu (14/9/2018).

Dari data yang dihimpun, 33 Desa tersebut diantaranya, Kecamatan Semanding di Desa Sambongrejo, Genaharjo, Jadi dan Perunggahan Kulon, kemudian Grabagan di Desa Ngandong, Grabagan, Gesikan, dan Waleran, lalu Kecamatan Kerek di Desa Gaji dan Sidonganti.

Selanjutnya, Kecamatan Senori di Desa Medalem, Sendang, Jatisari, Wangklulon, Wangluwetan, Rayung, Sidoharjo, Leran, kemudian Bangilan di Desa Kendungjamban dan Kumpulrejo, lalu di Kecamatan Parengan di Desa Brangkal, Parangbatu, Sembung, Sukorejo, Pancing, Kumpulrejo.

Lalu di Kecamatan Jatirogo di Desa Sadang, Bader, kemudian di Kecamatan Montong di Desa Guwoterus, Nguluhan, Maindu, serta di Kecamatan Soko di Desa Jadi dan Kecamatan Rengel di Desa Sawahan.

“Sekarang sudah 33 desa di 10 Kecamatan,” kata Joko, yang juga mantan Camat Widang tersebut.

Lebih lanjut diterangkan, bahwa seperti biasa, pada musim kemarau menyebabkan sumber air di sejumlah desa di kabupaten Tuban mulai kering.

Meski saat ini wilayah terdampak kekeringan di Bumi Wali bertambah, pihaknya akan tetap memaksimalkan ketersediaan sumber air yang ada di sekitar wilayah terdampak kekeringan tersebut melalui upaya optimalisasi droping air.

“Untuk bantuan air bersih yang diberikan oleh Pemkab secara gratis hanya bisa dipergunakan untuk mandi dan minum saja,” tandasnya.

Untuk diketahui, terdapat tiga armada dengan kapasitas tangki 5000-7000 liter di operasikan oleh Pemkab Tuban untuk mendistribusikan bantuan air bersih kesetiap wilayah di Tuban yang terdampak. (Dur/Rul)

Apa Komentarmu?

SHARE