Mendekati Ramadhan, Telur Ayam Meroket

154
Salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban.

kabartuban.com – Mendekati Bulan Ramadhan, harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tuban, tembus hingga Rp25.000 per Kilogram (Kg). Padahal harga telur sebelumnya hanya Rp19.000 sampai Rp20.000 saja per kilonya.

Kenaikan harga telur menurut sejumlah pedagang yang ditemui di pasar tradisional, Jalan Gajah Mada, Tuban, naiknya harga telur ayam dipicu tingginya permintaan, menyusul banyaknya masyarakat yang membuat olahan dan jajanan yang menggunakaN bahan baku telur, menjelang bulan puasa ini.

“Biasanya puasa permintaan telur memang banyak, soalnya banyak industri rumahan atau masyarakat yang membuat jajan-jajan gitu mas,” terang Rumi, pedagang telur di Pasar baru Tuban.

Menurut Rumi, sejauh ini pasokan telur ayam masih cukup lancar, meski ada kenaikan harga cukup signifikan. Dia memprediksi harga masih akan berubah ubah selama Ramadhan hingga puncaknya menjelang idul fitri.

“Naik turun biasa mas, dan nanti puncaknya mau lebaran, setelah itu baru normal kembali,” terang Rumi yang juga menjual aneka bahan dan bumbu dapur ini.

Kenaikan harga telur paling berat dirasakan oleh ibu rumah tangga, sebab telur sudah menjadi kebutuhan harian yang hampir tidak dapat ditinggalkan sebagai makanan untuk penambah asupan protein.

“Iya sekarang mahal sekali, telur itu kan mudah dimasaknya, ya hampir setiap hari menjadi bagian dari menu masakan. Kalau pembeli maunya harga murah mas,” kata pembeli bernama Ani.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perekonomian, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya mengatakan, jika tingginya harga telur saat ini pemicu utamanya adalah permintaan yang cukup tinggi dari masyarakat untuk berbagai keperluan. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki koperindag dari pasar yang ada di Tuban, harga telur perkilonya sempat menembus Rp25.500, dan saat ini sudah sedikit mengalami penurunan yakni Rp25.300 per kilogramnya.

“Harga tinggi kemarin sampai 25 ribu sekian, sekarang sudah turun sedikit. Sangat dimungkinkan pasokan tetap, namu permintaan yang bertambah,” jelas Agus Wijaya. (Luk)

Apa Komentarmu?

SHARE