Aparatur Sipil Negara, Masyarakat Mampu dan Pengusaha, Haram Gunakan LPG Tiga Kilogram

492
Tumpukan tabung Elpiji disalah satu pemilik Agen Elpiji . (Ilustrasi)

kabartuban.com – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tuban dalam waktu yang tidak lama lagi tidak akan dapat menggunakan tabung LPG ukuran 3 kilogram warna hijau. Sebab dalam aturan ASN adalah termasuk masyarakat mampu yang dibatasi sebagai pengguna tabung LPG 3 kilogram atau bersubsidi, yang diperuntukan bagi masyarakat bawah.

Kepal Dinas Koperasi Perindustrian Perekonomian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tuban Agus Wijaya mengatakan, jika saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pertamina sebagai penyedia gas non subsidi yang akan digunakan masyarakat menengah atas dan ASN.

“Ini masih kami komunkasikan, dengan pertamina dan akan kami sosialisasikan ke ASN, yang ada di Kabupaten Tuban,” ujar Agus Wijaya.

Agus menjelaskan, Pemberlakuan gas non subsidi bagi ASN berdasarkan, surat Gubernur Jawa Timur, kepada bupati dan walikota, dan kepala Opd dilingkungan pemerintah, berkaitan dengan penggunaan tabung gas LPG tiga kilogram tepat sasaran.

Didalam surat tersebut diterangkan, jika Gas LPG tiga kilogram hanya diperuntukan bagi rumah tangga dan kegiatan usaha mikro dan kecil, dan surat dirjen Minyak dan gas Bumi, perihal pengendalian penggunaan tabung gas LPG, agar tepat sajaran, ASN, para pelaku usaha selain usaha mikro dan kecil, konsumen LPG restoran, usaha peternakan dan pertanian dan masyarakat mampu agar tidak mengunakan LPG tiga kilogram.

“Berdasarkan surat tersebut, makan ASN dan masyarakat yang tergolong mampu lainya dihimbau tidak menggunakan tabung bersubsidi tiga kilogram,” terang Agus.

Sementara itu, masyarakat mampu dan ASN atau usaha berskala besar mengunakan tabung gas non subsidi yang disediakan pertamina, mulai lima kilo ke atas.

Terkait aturan penggunaan gas non subsidi, Sales eksekutif, rayon tiga Pertamina MOR 5, Bagus Sulistyohadi mengatakan, pihak pertamina siap menyediakan dan memasok gas non subsidi ke wilayah yang sudah menerapkan atusan berdasarkan edaran Gubernur jatim.

“Kami siap mendukung dengan menyediakan pasokan, memang mestinya yang tiga kilogram itu bukan untuk masyarakat yang sudah mampu,” katanya. (Luk)

Apa Komentarmu?

SHARE