Pemkab Cek Kepemilikan Kartu Asuransi Nelayan atau Tidak

134
Para nelayan ketika menyelamatkan Perahunya dari ganas gelombang ombak besar di pantai utara Tuban.

kabartuban.com – Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Tuban, sedang melakukan verifikasi terhadap empat korban kecelakan nelayan yang terjadi di  perairan laut utara Jawa, di Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakboyo, Kamis (11/1/2018)

“Ini Kepala Seksi (Kasi) Nelayan dan Kepala seksi (Kasi) Sarpras sedang mengecek ke lapangan, apa benar korban mempunyai Kartu Asurasi Nelayan atau tidak,”  kata Priyo Anggodo, Kepala Bidang Perikanan dan Tangkap kepada kabartuban.com.

Menurutnya Kartu Asuransi Nelayan, dipergunakan untuk korban kecelakaan nelayan, bukan untuk menganti fisik, hal ini sesuai dengan Undang-undang No 40 tahun 2014 tentang Perasuransi, dan Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, serta Peraturan Menteri Kelautan dan perikanan nomor 18/PERMEN-KP/2016 tentang Jaminan Perlindungan atas risiko nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam.

Program dana yang bersumber dari dana APBN Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pelaksanaannya oleh PT Asuransi Jasa Indonesia dengan besaran premi Rp 175.000 per orang per satu tahun.

“Untuk kematian akibat kecelakaan di laut nanti  klaimnya sampai Rp 200 juta. Cacat permanen Rp 100 juta dan rawat inap sebesar Rp 20 juta,” tambah Priyo .

Diberitakan sebelumnya, puluhan perahu milik para nelayan di empat desa, Kecamatan Tambakboyo terbalik dan tenggelam di kawasan pesisir laut utara Kabupaten Tuban.

Dalam kejadian tersebut terdapat 4 Korban  yakni, Rasmidi (54) Desa Kenanti, Kiki (21) asal Desa Gadon, keduanya di rawat di Puskesmas Tambakboyo, kemudian Jumadi (32) warga Desa Sobontoro yang di rujuk Ke RSUD, dan Wahono korban yang meninggal ketika menjalani perawatan di RSUD dan sekarang sudah dikebumikan di desa asalnya, ke seluruhan dari Kecamatan Tambakboyo. (Dur)

Apa Komentarmu?

SHARE