Permudah Pengawasan Keuangan Desa, Dipemas Luncurkan Program “SiapaTakut”

197
Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dipemas dan KB) Kabupaten Tuban saat Launching dan Bimtek aplikasi "Siapa Takut" di Kampus Unirow Tuban

kabartuban.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa dan Keluarga Berencana (Dipemas dan KB) Kabupaten Tuban, luncurkan program aplikasi yang akan mempermudah pengawasan, pelaporan keuangan dan transparasi penanganan keuangan desa.

Program yang diberi nama “Siapa Takut” tersebut di launching dan dilanjutan dangan bimbingan teknis bagi sejumlah perwakilan desa di ruang laboratorium informatika Universitas Ronggolawe Tuban.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Kerja Sama Desa, Dipemas KB Tuban, Rarin Suryani, aplikasi tersebut akan memudahkan pemerintah desa dalam melaporkan hasil pengelolaan keuangan desa secara akuntabel dan transparan, dengan satu jaringan akan memudahan desa mendapatkan petunjuk pelaksanaan keuangan.

“Targetnya pengelolaan keuangan yang dilaksanakan pemerintah desa lebih akuntabel, akurat, dan transparan,” kata Suryani.

Menurut Suryani, pengelolaan keuangan melalui sistem “Siapa Takui”, juga akan memudahkan siapa saja mengakses informasi desa dan keuangan yang diselenggarakan desa. Dengan demikian akan memudahkan pengawasan dari penyelewengan.

“Jika mudah diakses ini akan menjadi bentuk pengawasan dari penyimpangan pengelolaan keuangan itu sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, seperti namanya sistem “Siapa Takut” diharapkan agar desa tidak takut melaporan semua jenis penyelenggaraan keuangan, pengunaan anggaran, kepada khalayak sebagai bentuk transparasi anggaran sebagaimana diamanahkan undang-undang.

Sementara itu, Novarisanto, perwailan Desa Parang Batu, Kecamatan Parengan, mengatakan, aplikasi tersebut akan memudahkan desa dalam pengelolaan keuangan desa, sekaligus mempermudah penyebaran informasi kepada masyaraat.

“Sementara ini di web, harapanya desa semakin mudah khususnya pelaporan pengelolaan keuangan dan penyebaran informasi lebih cepat pada masyarakat,” kata Novari. (Luk/ ADV)

Apa Komentarmu?

SHARE