Putri Terbaik Tuban, Bangga Jadi Pasukan Delapan Paskibraka Nasional

1327

kabartuban.com – Suasana haru bercampur dengan senang saat Nina Adiningtyas saat menginjakan kaki kembali ke tanah yang melahirkannnya. Dara kelahiran Tuban 12 Desember 2001 ini telah menuntaskan tugas mulia menjadi salah satu dari Tim Nusa Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang sukses mengibarkan Sang Merah Putih di Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jumat (17/8/2018).

Kehadiran Putri terbaik asal Tuban itu disambut Sulistyadi, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, dan beberapa pihak terkait lainnya di kantor dinas setempat.

Gadis yang memiliki tinggi badan 169 cm, melepas lelah dengan menceritakan beberapa pengalaman selama berada di karantina Jakarta. Mulai dalam pembukaan upacara, dia ditunjuk sebagai perwakilan putri untuk secara simbolis dalam pemasangan name tag tim Paskibraka.

Setelah itu, dia kembali dipercaya sebagai bu Lurah ketika berada di asrama putri. Dengan memiliki tugas membuat jadwal piket, bangun, makan dan beberapa jadwal lainnya.

“Pemilihan pak lurah dan bu lurah saat di asrama, dan saya bersyukur bisa dipilih sebagai bu lurahnya,” kenang Nina panggilan akrabnya.

Selama satu bulan di asrama, siang sampai sore hari dia harus menjalani latihan Paskibraka secara rutin di PP-PON (Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga) Kemenpora, Cibubur Jakarta.

Dalam latihan, Nina mendapatkan pengalaman berharga. Seperti kedisiplinan, ketepatan waktu dalam menjalani latihan hingga soal makanan.

“Kami bersama teman-teman dibiasakan makanan sehat agar fisik kami terjaga,” terangnya.

Selama latihan, anggota paskibraka yang melanggar juga diberikan hukuman seperti push up dan sit up oleh pelatih. Hal itu dilakukan untuk menanamkan sikap kedisiplinan selama latihan.

“Jika salah saat latihan, pelatih memberi punishment ke kita, dan hukumannya sangat mendidik sekali,” terang Nina yang memiliki cita -cita sebagai Polwan ini.

Dengan kedisiplinan Nina, dia kembali dipercaya untuk masuk dalam pasukan delapan atau pasukan inti pengibar bendera. Dengan bertugas sebagai cadangan pembawa baki bendera pusaka. Setelah itu, Nina pun lebih bersemangat dalam berlatih karena pelatih memberikan kepercayaan penuh.

“Saya saat itu bertugas sebagai cadangan pembawa baki, dan masuk di pasukan 8 dalam pengibaran bendera merah putih,” ungkap Nina warga Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Tuban.

Dia pun kembali menceritakan detik-detik yang mendebarkan saat mengibarkan bendera di Istana. Karena dibutuhkan kekompakan dan kerjasama agar bendera merah putih berkibar dengan benar.

“Perasaan bangga ketika sang merah putih berkibar, tanpa ada kesalahan,” terang gadis kelahiran Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding ini.

Setelah penurunan bendera, Nina pun diberikan kesempatan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Namun bertemu dengan keluarga diakui Nina sangat singkat sebab ada tugas yang lain harus diselesaikan.

“Ketemu cumak sebentar, dan mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah mendoakan dan mendukung selama ini, termasuk para pelatih dan teman-teman lainnya,” kata Nina.

Selain itu, Nina mengungkapkan hal yang paling membahagiakan, adalah saat bertemu dan bisa berjabat tangan langsung dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana.

“Seperti tidak bisa percaya, bisa langsung bertemu dan bersalaman dengan Pak Presiden,” jelas Nina.

Setelah serangkaian kegiatan usia, Tim Nusa Paskibraka diajak kunjungan ke beberapa tempat. Diantaranya di Mabes Polri, TNI AU, AD, dan beberapa tempat lainnya.

“Kita juga sempat bertemu dengan Panglima TNI,” kenang Nina dengan rasa bahagia.

Disaat yang paling sedih pada saat malam terkhir, teman-teman banyak yang menangis karena satu bulan berlatih bersama-sama untuk mengibarkan merah putih. Tetapi harus berpisah di daerahnya masing-masing, itu yang membuat teman-teman sedih.

“Malam perpisahan (tim paskibraka, red) menjadi kesan terakhir yang begitu mengharukan, karena kita menganggap pun menganggap anggota Paskibraka lainnya seperti saudara sendiri, sebab susah dan senang di jalani bersama-sama” ungkap Nina Adiningtyas pelajar SMAN I Tuban, Jum’at, (31/8/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, Sulistyadi merasa bangga putri asal Tuban ikut menjadi bagian dari Paskibraka Nasional. Serta prestasi ini akan terus diperlihatkan

“Kedepannya kita juga akan menyiapkan putra dan putri terbaik Tuban agar prestasi ini tetap bisa diperlihatkan,” pungkas Mantan Camat Tuban Kota. (Dur)

Apa Komentarmu?

SHARE