Sampah di Kota Setiap Harinya Capai 200 Meter Kubik

113
Sumarno, Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

kabartuban.com – Keberadaan sampah, rupanya masih menjadi persoalan tersendiri di Kabupaten Tuban, tidak hanya wilayah perkotaan yang padat pemukiman pendudukn, wilayah penyangga seperti Semanding, dan Kecamatan Palang, serta sejumlah Kecamatan lain rupanya mulai muncul pembuangan sampah yang kerap ditemukan di pinggir jalan, Rabu (12/10/2017).

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamana, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Kabupaten Tuban, Sumarno mengatakan, untuk wilayah perkotaan saja, setiap hari sampah yang dikirim ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) mencapai 200 meter kubik (m3).

“Yang masuk TPA per hari sekotr 170 sampai dengan 200 meter kubik, itupun sebagian sudah dipilah di depo-depo yang dapat melakukan daur ulang,” kata Sumarno.

Diakui, beberapa wilayah masih cukup perlu diperhatikan utamanya soal pembuangan sampah, agar tidak liar dipinggr pinggir jalan. Ia juga menyebut seperti di jalan kawasan perempata  mulung, Merakurak, di kawasan Kecamatan Tambakboyo, sampah dibuang di pinggir jalan Desa Glondonggede.

“Ini sedang disiapkan depo-depo sampah ditempt tempat yang belum ada pembuangan sampah sementara. Diwilayah Tuban saja sudah sekitar 25 depo. Tahun ini di PAPBD juga mbangun depo di Maibit, Rengel dan Glondonggede, Tambakboyo,” terang Sumarno.

Disamping membuat tempat pembuangan sampah sementara, dinas juga melakukan sosialisasi tentang tanggung jawab masalah persampahan yang dilakukan di kecamatan.

“Selanjutnya di depo yang dibangun disiapkan kontiner,  jadi masyarakt  bisa membuang sampah di kontiner. Dan Dump truck kita, tiap hari keliling mengambilnya,” papar Kabid Kebersihan dan Pertamanan ini.

Lanjut Sumarno, meski pemerintah berupaya menyediakan tempat pembuangan sampah (Depo), lokasi dan penyediaan lahan kadang tidak mudah, selain harus berkordinasi dengan pemerintah Kecamatan maupun Desa, juga dengan masyarakat yang lingunganya terdekat dengan bakal depo.

“Kadang kita mau bangunkan depo, tapi masyarakatnya menolak karena sekitar mereka jadi tempat pembuangan, kalau sudah begini ya sulit,” katanya.

Diharapkan setelah ada depo masyarakat dapat mengumpulkan sampah rumah tangga dan dibuang dikontiner yang sudah disiapkan di masing masing depo. “Dengan begitu, tidak ada sampah yang berserakan di tepi tepi jalan,” pungkasnya. (Luk)

Apa Komentarmu?

SHARE