Satu Pohon, Hasilkan 20 Sampai 40 Kg Buah Kelengkeng

3988
Para ibu-ibu yang penasaran akan buah Kelengkeng Kateki hasil budidaya petani Desa Sugihan Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban.

kabartuban.com – Berbekal kegigihan dan ketelatenan, kelompok tani Ngudi Tirto Makmur, di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak Tuban mulai menikmati hasil budidayakan tanaman buah Kelengkeng di 25 hektar lahan di desa setempat.

Ketua kelompoknya tani desa setempat, Makmur Witono mengatakan, dari satu batang pohon Kelengkeng, bisa menghasilkan hampir 20 hingga 40 kilogram (Kg) buah.

Dari luasan lahan tegalan yang ditanam sejak 2017 ini yang sudah hampir 5000 ribu lebih bibit pohon klengkeng.

“Bibit ini bantuan dari pemerintah, buah yang dihasilkan mempunyai ketebalan daging dan rasanya yang manis,” kata Makmur Witono kepada awak media, Kamis (28/3/2019).

Dalam pelaksanaannya, kelompok tani menggandeng Prof.Prakoso untuk dijadikan konsultan perkebunan. Mulai dari penanaman, pemupukan dan memahami psikologi kontruksi tanah.

Tak hanya itu, untuk mempermudah pemasaran dari hasil buahnya, juga mengajak pihak swasta Gianyar dari PT. Wijaya Fruits agar para petani tak kesulitan dalam memasarkannya.

Sementara Dirjen Holtikultural Kementerian,Yanti saat dikonfirmasi di lokasi panen mengatakam, bantuan APBN yang diberikan sejak dua tahun sebelumnya dapat dimanfaatkan maksimal oleh para petani. Karena, anggaran dari negara ini keluar hanya satu kali saja. Namun, tak banyak yang berhasil, dan hasilnya bisa dihitung oleh jari.

“Kami tak membayangkan ini bisa berhasil, ternyata dengan usaha keras para petani terwujud perkebunan ini, dan buah yang dihasilkan juga super. Sebab bibit yang di datangkan dari Thailand ini, bisa beradaptasi di tanah Desa Sugihan,” katanya.

Masih ditempat yang sama, Kepala Desa Sugihan,Warsito, buah klengkeng yang dikembangkan petani tergolong buah klengkeng super, sebab rasa buahnya betul-betul manis dan dagingnya sangat tebal.

“Kami mengharapkan dari petani terus semangat untuk membuktikan kesuksesan hasil pertanian di desa Sugihan. Luas lahan 30 hektar diajukan  sertifikasi sehingga resmi dijadikan kebun klengkeng,” harap Warsito.

Ditempat yang sama, sejumah ibu-ibu yang penasaran dengan kebun kelengkeng juga mengakui, akan hasil dan rasa para petani di Desa Sigihan.

“Benar-benar super, tebal dan manis. Sekedar saran, alangkah lebih enaknya kalau akses jalan menuju lokasi bisa diperbaiki, biar masyarakat yang mau beli juga mudah,” kata Zuhrotul Amliyah (Dur/Rul)

Apa Komentarmu?

SHARE