Satu Rumah Roboh, Puluhan Rusak Akibat Diterjang Puting Beliung

382
Reklame milik slah satu perusahan rokok yang roboh dan menimpa rumah serta kaffe di wilayah Kecamatan Merakurak Tuban.

kabartuban.com – Puluhan rumah rusak dan satu rumah roboh setelah hujan lebar di sertai angin kencang yang terjadi Minggu (7/4/2019) malam wilayah Kecamatan Merakurak. Tidak hanya itu satu papan reklame juga roboh akibat dari amukan angin puting beliung malam itu.

Dari data yang didapat kabartuban.com di lapangan menunjukan pulubang pohon besar tumbang dan hampir 75 rumah yang rusak. Sementara satu rumah yang roboh serta rata dengan tanah yakni milik Ali Usnan.

Camat Merakurak , Agung Triwibowo saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengungkapkan, angin puting beliung menerjang empat desa yang berada di wilayahnya yakni Kapu ada 15 rumah ,Tuwiri Wetan 25 rumah termasuk yang parah, kemudian Desa Mandirejo 20 rumah dan Sambonggede 15 rumah rusak ringan .

“Satu rumah roboh, kebetulan pada saat kejadian penghuninya tidak berada dirumah,” kata Agung Triwibowo, Camat Merakurak kepada awak media, Senin (8/4/2019).

Sedangkan papan Reklame milik salah satu perusahan rokok yang roboh berada di Desa Sambonggede, tepatnya depan tempat wisata Lampung air milik Bumdesa setempat.

Menurut mantan Sekretaris Bappeda ini, robohnya papan reklame selain disebabkan oleh terjangan puting beliung, juga kondisi tiang penyangga yang kurang dalam.

“Kalaupun tidak segera diperbaiki ya diambil saja, ” kata Agung Triwibowo, Camat Merakurak

Robohnya papan reklame ini juga ternyata menimpa warung kopi milik Taheri dan kios rokok milik Muna. Beruntungnya, waktu kejadian tidak penjaga warun, sehingga tidak korban jiwa.

Alhamdulillah, waktu itu sudah tutup. Karena memang sudah dini hari,” tambahnya.

Sedangkan dari keterangan Rasminto salah satu korban di sekitar area wisata kampung air menjelaskan, peristiwa itu terjadi sangat menyeramkan, karena hembusan angin kencang yang datang setelah hujan deras disertai petir.

Angin yang berputar di atap ganteng tersebut masuk ke area wisata dan menghantam gafalum mushola serta kafe yang ada di dalam. Rasminto mengalami luka di kepalanya, akibat atap mushola yang menimpanya.

“Kemarin kejadian ngeri, anginnya kencang. Pikir saya dengan berlindung di mushola tidak akan tertimpa sesuatu, malah atapnya terbang dan menimpa kepala saya,” terang Rasminto.

Saat ini Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Tuban, sedang mendata rumah-rumah yang rusak dan mengevaluasi puluhan pohon besar yang tumbangkan akibat terjangan angin puting beliung. (Dur/Rul)

Apa Komentarmu?

SHARE