Sekolah Kejuruan Bebas Zonasi

499

kabartuban.com – Sistem zonasi Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 Kabupaten Tuban, tidak berlaku bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ingin melanjutkan pendidikannya menuju sekolah menengah kejuruan (SMK). Sebab sistem zonasi tidak berlaku bagi jenjang pendidikan menengah kejuruan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Tuban, Edy Sukarno, mengatakan, tiadanya sistem zonasi  pada SMK merupakan ketentuan yang sudah dibuat kementrian pendidikan dan kebudayaan. Alasannya, setiap sekolah yang melatih siswa untuk siap kerja tersebut memiliki jurusan dan keilmuan yang berbeda beda disetiap sekolah.

“Sistem zonasi ini tidak berlaku untuk SMK dikarenakan setiap sekolah mempunyai kejuruan yang berbeda beda,” kata Edy.

Edy menjelaskan, siswa yang memilih SMK bebas menentukan pilihan dan tidak terikat zonasi di wilayah tempat tinggal siswa tersebut, meskipun begitu siswa yang sudah memasuki PPDB 2018 untuk melanjutkan ke SMK masih diwajibkan memilih salah satu pilihan yang tidak meninggalkan zonasi tempat tinggal siswa tesebut.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Tuban Anis Afandi, dikonfirmasi terkait  sistem zonasi mengungkapkan, jika sekolahnya tidak terpengaruh dengan sistem tersebut, sampai hari ini, SMAN 2 Tuban masih menjadi sekolah favorite, dan tidak berdampak pada jumlah peserta yang ingin mendaftarkan di sekolah SMAN 2 Tuban.

“Adanya sistem zonasi tersebut tidak berdampak pada sekolah kami, murid masih banyak yang mendaftar, tahun lalu juga termasuk salah satu sekolah favorite di Tuban,” katanya.

Tahun lalu SMAN 2 Tuban yakni 2017/2018 SMAN 2 menerima pendaftar 560 siswa, dengan jumlah peserta didik yang diterima 288 siswa, jumlah ini mengalahkan SMA Negeri favorite yang lain, yang berada di Kabupaten Tuban.

“InsyaAllah tahun ini juga masih sama, dan banyak yang mendaftar disini,” imbuh Anis Afandi. (Hon)

Apa Komentarmu?

SHARE