Sembilan Titik Tanggul Bengawan Solo Rawan

425
Petugas dari BPBD Tuban saat melakukan mitigasi bencana dengan menyisisr suangai bengawan solo di wilayah Kabupaten Tuban. (Foto : BPBD Kabupaten Tuban)

kabartuban.com – Jelang musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan mitigasi bencana dengan melihat secara langsung kondisi tanggul Bengawan Solo dan Kali Kening yang dirasa kritis, Jum’at (2/11/2018).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono saat dikonfirmasi mengatakan setelah melakukan penyisiran di dua sungai terbesar yang melintas di wilayah Bumi Wali, ada sekitar sembilan titik yang di nilai kritis.

“Dugaan sementara 9 (sembilan) titik, selanjutnya kita koordinasikan dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai, red) bengawan solo, dan nunggu respon BBWS yang punya kewenangan mudahan dugaan kita salah,” ujar Joko Ludiyono, Kepala BPBD Tuban.

Titik rawan tersebut diantaranya, di Desa Simorejo, Kedungharjo, Tegalrejo, Kecamatan Widang, dan sisanya ditiga Kecamatan yakni, Singgahan, Bangilan dan Parengan yang di lintasi anak sungai bengawan solo, kali kening.

“Kita susuri sungai Bengawan solo wilayah Tuban sambil ngececk tanggul yang kritis dalam upaya mitigasi bencana menghadapi musim hujan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Tuban, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan, sesuai dengan prediksi BMKG bahwa musin hujan untuk wilayah Tuban masuk pada Bulan November minggu ke dua.

Sedangkan hujan yang terjadi di wilayah Tuban adalah disebabkan kondisi dinamis Amatmosfer yang mana diwilayah Jatim atau Tuban ada konvergensi (pertemuan) angin yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan.

Disisi lain SST (Suhu Muka Laut) masih hangat menyebabkan banyak uap air. Jadi musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Ada hujan tapi intensitasnya kecil < 50 mm/dasarian.

“Yang perlu diwaspadai adalah muncul cuaca ekstrem,” pungkasnya. (Dur/Rul)

Apa Komentarmu?

SHARE