Semen Gresik Sulap Bekas Tambang, Jadi Obyek Wisata

851
Bersama Dirut PT Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdulah saat menikmati suasana di Taman Bukit Daun.

kabartuban.com – Komiten PT Semen Gresik (PT SG) sebagai indutri ramah lingkungan benar benar diwujudkan, tidak sekedar melakukan eksploitasi terhadap alam sebagai bahan baku industri. Perusahaan milik pemerintah ini rupanya memiliki cara yang cukup baik dalam melakukan reklamasi bekas tambang yang sudah tidak di gunakan lagi.

Salah satunya, telah dikalukan pada kawasan bekas tambang batu kabur, di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek Tuban. Lahan bekas tambang yang semula hanya semak belukan disulap menjadi taman dan kawasan penghijauan dengan ditanami pohon-pohon langka, sekaligus menjadi lokasi wisata edukasi bagi masyarakat dan pelajar.

“Kami menjalankan komitmen mereklamasi area bekas tambang, dengan penghijauan, tapi juga ingin agar masyarakat mengapresiasi, seperti kita lihat pada arboretum, (Taman bukit daun) yang menjadi lokasis wisata. Bukan bertujuan untuk usaha, namun untuk pelayanan masyarakat,” ujar Dirut Semen Indonesia Hendi Prio Santoso.

Setiap tahun  PT SG melakukan reklamasi sebanyak 20 hektar lahan bekas tambang, hingga saat ini bekas tambang yang direklamasi di kawasan pabrik kurang lebih 160 hektar, salah satunya adalah bukit daun yang saat ini menjadi wisata yang cukup populer bagi wisatawan lokal.

“Taman ini berada diatas lahan seluas seribu meter persegi, yang dibangun pada akhir Desember tahun lalu, harapanya ini mampu berdaya guna dan menjadi pusat edukasi,” katanya.

Sementara, taman yang cukup indah dengan nama bukit daun sesuai dengan bentuknya jika diamati dari udara, hari ini, Kamis (22/2/2018)  diresmikan langsung oleh Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdulah. Bahkan deputi sempat berfoto di salah satu spot yang disediakan, usai acara pemotongan rangkaian bunga sebagai tanda peresmian taman edukasi bukit daun itu.

“Kami lihat bekas tambang tidak sekedar direklamasi, namun dibuat menjadi tempat yang sangat indah, bahkan lebih indah dari sebelum ditambang,“ Ujar Deputi dihadapan sejumlah wartawan yang hadir dalam peresmian.

Menurut Edwin, dengan reklamasi yang dilakukan PT SG, pandangan selama ini tentang industri semen merusak alam dapat dihilangkan, sebab pasca tambang dapat dikembalikan dalam bentuk yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Pandangan itu sekarang terbantahkan, dan ini seharusnya disampaikan ke masyarakat, ini langkah kecil namun berdampak sangat besar,” ungkap Edwin.

Edwin juga meminta Semen Indonesia lebih banyak melaksanakaan kegiatan tersebut, hal itu akan menunjukan jika perusahaan semen memiliki komitmen yang baik bagi lingkungan.

“Kalau bias lebih banyak, ini membuktikan perusahaan memiliki kepedulian,” pintanya.

Untuk diketahui, Taman Bukit Daun dibuka pada jam-jam tertentu, Hari Senin sampai Jum’at dibuka pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu Minggu daapat dinikmati masyarakat mulai jam 08.00 hingga jam 17.00. (Luk/Adv)

Apa Komentarmu?

SHARE