Stok Melimpah, Daya Beli Rendah, Harga Komuditi Turun

243
Pedagang bumbu dapur di Pasar Baru Tuban. 

kabartuban.com – Awal tahun 2019, sejumlah harga kebutuhan pokok, utamanya bumbu dapur mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir. Penurunan harga diprediksi akibat melimpahnya pasokan, sementara daya beli masyarakat masih staknan.

“Banyak yang turun mas, tapi ada juga beberapa yang naik, sedikit,” ujar Rumiatun pedagang bumbu dapur di Pasar Baru, Jalan Gajahmada, Tuban.

Menurut Rumiatun, kondisi pasar saat ini cukup sepi, daya beli masyaraka juga tidak terlalu tinggi seperti biasanya.

“Pasar disini ramai kakau pas musim hajatan,” katanya.

Adapun beberapa bumbu dapur yang turun diantaranya, cabai rawit, bumbu dapur utama yang memberikan rasa pedas pada makanan ini sebelumnya dihargai Rp40.000 per kilogram, dan berangsur turun mulai seribu hingga dua ribu, kemudian menjadi Rp30.000 per kilogram.

“Kalau cabai kriting stabil, sekarang 22 ribu sekilo,” imbuh Rumiatun.

Tidak hanya cabai, harga bawang putih juga turun, yang awalnya Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilo menjadi Rp16.000 per kilogramnya.

“Kalau bawang merahnya naik banyak, sekarang 29 ribu, sebelumnya 22 ribu,” katanya.

Tidak hanya bumbu dapur, beras berbagai jenis juga mengalami penurunan, seperti beras mentik dan bengawan, masing masing mengalami penurunan sebesar Rp167, dari harga semula. Saat ini mentik menjadi Rp9.800, dan bengawan menjadi Rp10.600 per kilogram dari harga sebelumnya.

Terkait turunya harga sejumlah harga komuditi dipasar, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan perdagangan, Agus Wijaya mengatakan, jika penurunan sejumlah komiditi tersebut diprediksi akibat melimpahnya stok barang, yang tidak diimbangi dengan penguatan daya beli masyarakat.

“Laporan perkembangan bahan pokok pasar baru, Bangilan dan Jatirogo, beras bengawan, beras mentik, cabe rawit, kacang tanah, buncis mengalami penurunan, mungkin suplai banyak,  kebutuhan masyarakat tetap menjadi pemicunya,” terang Agus Wijaya. (Luk/Rul)

Apa Komentarmu?

SHARE