Suguhkan Pesona Alam, Bektiharjo Masih Jadi Primadona Wisata Tuban

493
Pemandian Bektiharjo

kabartuban.com – Musim liburan menjadi kesempatan bagi sebagian besar orang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, moment libur panjang dan libur akhir tahun seperti saat ini juga kerap digunakan untuk menghabiskan waktu bertamasya bersama keluarga maupun sesama teman disejumlah tempat wisata di bergagai daerah tujuan.

Tidak terkecuali Kabupaten Tuban, selama musim liburan sejumlah tempat wisata di kabupten berjuluk Bumi Wali ini juga dibanjiri pengunjung, baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan dari daerah-daerah lain sekitar Tuban, seperti Bojonegoro, Lamongan, hingga Rembang, Jawa Tengah.

Kepadatan wisatawan terlihat di pemandian Bektiharjo, di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, wisata alam pemandian yang berjarak kurang lebih 9 kilometer dari pusat Kota Tuban itu, masih menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu untuk liburan.

Bukan tanpa alasan, pemandian dengan ikon monyet ini menjadi primadona bagi wisatawan, salah satu keunggulannya adalah pesona alam yang disuguhkan, dengan didukung air yang jernih langsung dari sumber mata air bawah tanah, dan sendang (Kolam alami) dibawah pohon yang rindang, membuat siapapun betah berlama-lama menikmati sejuknya air yang ada dipemandian tersebut.

Sesekali, pegunjung juga dapat melihat aktifitas monyet yang berkeliaran bebas diarea pemandian. Para monyet itu biasanya akan melompat dan bergelantungan di dahan-dahan pohon diatas sendang, tidak jarang monyet ini juga duduk dan berkeliaran seolah ikut menikmati alam bektiharjo, sambil makan buah atau makan lain yang diberikan pengunjung.

Kepala UPTD, tepat Wisata, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Parbudpora) Kabupaten Tuban, Kansji mengatakan, saat musim liburan, jumlah pengunjung wisata  Bektiharjo rata-rata mencapai seribuan orang atau lebih, jumlah itu naik seratus persen dibanding hari biasanya.

“Pas musim libur, rata-rata pegunjung bisa seribuan, satu hari kemarin saja tercatat, pengunjungnya 950an orang,” kata Kansji.

Menurut Kansji, untuk menciptakan suasana nyaman bagi para pengunjung, pemerintah juga telah memperbaiki sejumlah fasilitas, seperti kolam renang, dan akses masuk sendang yang saat ini dapat dilalui dari berbagai arah, selain itu juga pembangunan area peristirahatan dan pedagang.

”Sebagian besar fasilitas dan sarananya sudah diperbaiki dan ditambahkan, tahun ini seperti perbaikan kolam renang, kandang monyet dan beberapa fasilitas lainya,“ katanya.

Untuk menikmati keindahan alam yang disuguhkan di Bektiharjo dan seluruh fasilitasnya, pengunjung hanya dikenakan biayaya masuk sebesar Rp4.000 untuk dewasa, dan Rp2.500 untuk anak-anak. Harga tiket masuk akan berubah di hari libur, untuk dewasa menjadi Rp4.500 dan untuk anak-anak Rp3.000.

Salah satu pengunjung Adam, mengatakan, jika biasanya tempat wisata akan membosankan jika sudah dikunjungi dua sampai tiga kali, lain dengan Bektiharjo, suasana alam yang begitu kental membuat tempat wisata ini kerap dia kunjungi, baik bersama keluarga maupun sekedar menghabiskan waktu bersama rekan-rekan kerjanya.

”Karena alamnya yang indah, airnya sejuk, membuat saya sering kesini, itung-itung sambil olahraga,” kata Adam, pengunjung asal Jenu Tuban.

Sementara itu, ramainya pengunjung di wisata pemandian Bektiharjo juga membawa berkah bagi para pedagang yang ada di lokasi, salah satunya adalah Untung, pedagang makanan di wisata tersebut. Menurut pria empat orang anak ini, omsetnya dalam sehari bias naik hingga tiga kali lipat, sayangnya untung enggan menyebutkan berapa hasil yang didapatnya.

”Pokoknya lebih banyak dari hari biasanya, Alhamdulillah bias disisihkan untuk ditabung,” terang Untung.  (ADV/Luk)

Apa Komentarmu?

SHARE