Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Sistem Resi Harus Dioptimalkan

176
Tumpukan Gabah hasil panen petani yang dititipkan di Resi Gudang Tuban

kabartuban.com – Hingga hari ini, petani di Kabupaten Tuban belum maksimal memanfaatkan sistem Resi Gudang yang berfungsi sebagai tempat penitipan hasil pertanian saat musim panen. Padahal sistem Resi tersebut dapat digunakan oleh petani dan klompok tani untuk menjadi solusi saat harga hasil pertanan jatuh di musim panen.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Tuban, Drs Agus Wijaya, saat melakukan monitoring pemanfaatan Resi Gudang di Jl Raya Tuban-  Babat, Desa Gesing,  Kecamatan Semanding, Kabupten Tuban, mengatakan, gudang penyimpanan Tuban yang berkapasitas 1.500 ton baru dimanfaatkan oleh petani sekitar lima puluh persen saja.

“Sampai sekarang ini pemanfaatan baru sekitar 50 persen dari kapasitas simpan yang ada,” kata Agus Wijaya (23/3/2018).

Pantauan dilokasi, gudang yang memiliki dua mesin pengering dengan kapasitas 10 ton per hari tersebut, tidak terlalu banyak menampung gabah dan sebagian tempat penyimpanan masih kosong.

Agus berharap, petani dapat memanfaatkan sistem resi gudang karena manfaatnya cukup besar bagi petani, dengan sistem tersebut petani dapat menitipkan gabahnya secara gratis, kerena sudah disupsidi oleh pemerintah.

Selian itu, petani juga memperoleh pinjaman maksimal 70 persen dari nilai gabah yang dititipkan, dengan bunga 0,05 persen per bulan. Saat harga membaik gabah dapat dijual, dan petani dapat memperoleh pengembakian dari hasil penjualan gabah.

“Dititipkan, tukarkan resinya di bank, jika nanti harganya sudah bagus dapat dijual, petani masih dapat pengembalian, sayangnya tidak semua petani seperti itu, banyak yang langsung dijual karena ongkos produksi pertahun mereka kebanyakan berhutang,“ terang Agus.

Agus mengakui, minimnya pemanfaatan juga kurangnya sosialisasi kepada masyarakat dan kelomok tani, untuk itu dalam rangka meningkatkan pemanfaatan system Resi Gudang untuk kepentingan petani, pihaknya akan menggandeng Dinas Pertanian untuk melakukan sosialisasi kepada kelompok tani di Kabupaten Tuban.

“Kami akan sosialisasikan lagi, ini penting untuk diketahui masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, pengelola Resi Gudang, PT Pertani saat dikonfirmasi menjelaskan, jika minimnya pemanfaatan Resi saat ini dikarenakan harga gabah yang sudah cukup baik, sehingga petani enggan menitipkan gabah mereka ke gudang resi.

“Saat ini harga gabah diatas Rp5000 per kiko, ini membuat kelompok langsung menjual gabah mereka,” kata Ana Cahyani.

Terkait pemanfaatan Resi Gudang selama ini hanya didominasi para tengkulan, Ana menjamin hal itu tidak ada, jika selama ini ada perorangan yang menitipkan hasil pertanian ke gudang resi, mereka adalah anggota kelompok yang menjaminkan dirinya agar kemompok lebih mudah dalam proses administrasi perbankan.

“Ada kriterianya untuk menyimpan di gudang, mereka harus kelompok atau gabugan kelompok, jika perorangan mereka adalah anggota kelompok,” papar Ana. (Luk)

Apa Komentarmu?

SHARE