Tradisi Rebutan Buceng, Doakan Arwah Leluhur  

280

kabartuban.com – Puluhan warga dan tukang becak nampak ikut bersiap untuk rebutan bunceng (Tumpeng) yang disediakanan pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Klenteng Tjoe Ling Kiong, Jalan Panglima Sudirman Tuban.

Mereka ikut rebutan bunceng, yang disediakan pengurus klenteng dalam rangka sembahyang sedekah bumi, untuk menghormati arwah leluhur, yang dilaksanakan setiap bulan ke tujuh tahun Imlek.

Retno (35) salah seorang warga yang ikut dalam upacara rebutan bunceng mengatakan, tradisi tersebut selalu ramai di ikuti warga sekitar, tidak hanya itu, sejumlah tukang becak yang biasa mangkal disekitar alun-alun juga nampak ikut rebutan bunceng.

“Dapat enam bunceng, kalah sama bapak-bapak itu tadi,” kata Retno kepada kabartuban.com saat ditemui setelah berebut bunceng, Jum’at (8/9/2017).

Menurut Retno, setiap paket bunceng berisikan nasi tumpeng berukuran kecil,  dan terdapat bahan makanan lain seperti mi instan, kopi dan minyak goreng.

“Biasanya juga ada kopi, garam dan yang pasti ada nasi tumpeng kecil mas,” terang ibu satu anak ini.

Sementara itu, Ketua Klenteng, Gunawan Putra Wirawan mengatakan, sembahyang rebutan merupakan bagian dari tradisi menghormati arwah leluhur yang sudah tidak terawat, lantaran anak ucunya sudah tidak melaksanakan tradisi dan mendoakan mereka.

“Ini adalah sembahyang untuk menghormati arwah leluhur yang kurang terawat,  yakni arwah leluhur yang sudah tidak dirawat lagi oleh anak-cucunya karena berbagai hal, kami doakan lewat sembahyang ini,” terang Gunawan.

Lebih lanjut Gunawan menerangkan, dalam sembahyang sedekah bumi tahun ini, pengurus klenteng menyediakan 500 bunceng, yang seluruhnya merupakan sumbangan dari para umat. Bunceng tersebut kemudian diberikan bendera kecil yang bertuliskan nama penyumbang sekaligus doa.

“Seluruhnya sumbangan umat, dan seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, bunceng ini untuk direbutkan masyarakat sekitar,” pungkas Gunawan. (Dur)

Apa Komentarmu?

SHARE