Tuban Masih Belum Bebas Pasung

923
Parni bersama Santam adik kandungnya yang mengalami gangguan jiwa dan terpaksa dipasung.

kabartuban.com – Kabupaten Tuban yang dicanangkan sebagai salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang bebas pasung, masih belum berjalan secara maksimal. Pasalnya, masih ditemukan kasus pemasungan di Dusun Gowa, Desa Jadi, Kecamatan Semanding Tuban.

Santam (32) anak terakhir Wajinah (73) warga setempat ini mengalami gangguan mental sejak ia lahir, setelah beranjak dewasa sekitar usia 15 tahun pria dari tujuh bersaudara ini akhirnya dipasung.

“Memang ketika lahir sudah ada tanda cacat mental pada adik saya, dan dari kecil juga sempat di periksakan ke Puskesmas setempat, untuk mengetahui penyakitnya. Namun, di suruh pulang untuk menjalani pengobatan di rumah,” ujar Parni (40) kakak kandung Santam.

Sampai saat ini, Santam belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah atau pihak lainnya. Bahkan sejak dua tahun terakhir keluarga sudah mengajukan bantuan ke Ketua RT dan diteruskan ke pemerintah Desa, namun, hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya.

“Sudah pernah kita mengajukan mas, tapi saat ini juga belum ada jawabnya,” tambahnya.

Santam menjalani kehidupan sehari-harinya di bekas kandang milik keluarga. Makan dan minum pun juga dilakukannya di tempat tersebut. Alasan keluarga melakukan pemasungan, karena Santam memiliki kebiasaan yang agak membahayakan, ketika mengetahui ada barang di dekatnya, tak berselang lama barang itu pasti dilemparkan.

“Tangannya agak jail, jadi kalau ada barang di dekatnya, pasti di buang dan dilemparkan,” ujar terangnya.

Selain itu, masih kata Parni, adiknya takutĀ  ketika ada suara keras di dekatnya, bahkan terdengar suara motor pun ia teriak histeris karena ketakutan.

“Dulu sebelum 15 tahun, ketika di ajak menggembala kambing, pada saat ada motor lewat adikku lari ketakutan,” pungkasnya. (Dur/Rul)

Apa Komentarmu?

SHARE