Tujuh Kecamatan di Bumi Wali Mulai Krisis Air Bersih

438
Petugas BPBD Kabupaten Tuban saat mendroping air bersih di sejumlah Desa di Kecamatan Semanding.

kabartuban.com – Sebanyak 26 Desa dari 7 Kecamatan di Kabupaten Tuban mengalami krisis air bersih, hal ini dikarenakan musim kemarau sejak sebulan terakhir.

Kekeringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tuban ini, membuat Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban terus melakukan droping air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

“Yang sudah terdampak kekeringan ada 26 desa yang tersebar pada tujuh kecamatan,” terang Joko Ludiono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban kepada, Selasa (10/7/2018).

Ke 26 Desa yang sudah mengalami kekeringan itu berada di wilayah Kecamatan Parengan, Kecamatan Semanding, Kecamatan Grabagan, Senori, Bangilan, Kerek dan Kecamatan Jatirogo . Adapun untuk wilayah terparah yang mengalami kekeringan merupakan wilayah Kecamatan Senori.

“Untuk Kecamatan Senori ada delapan desa yang terdampak kekeringan dan Kecamatan Parengan sudah ada enam desa,” lanjutnya.

Masih kata mantan Camat Grabagan, untuk desa yang sudah dilakukan droping air bersih pada hari ini, yakni Desa Sambongrejo dan Genaharjo Kecamatan Semanding, dilanjutkan dengan desa yang lainnya.

“Alhamdulillah, hari ini droping air giliran di dua Desa di Kecamatan Semanding,” tambahnya.

Sementara itu, Kasmuji warga Desa Sambongrejo, Kecamatan setempat mengatakan, pihaknya dan warga sekitar mengalami kekeringan satu minggu terakhir. Sumber mata air yang biasa ia ambil waga saat ini kondisinya kotor, sehingga membuat warga terpaksa harus membeli air ataupun mengambil air di sungai yang jaraknya lumayan jauh.

“Setiap tahun kita rasakan seperti ini mas, kami bersyukur sudah dibantu di berikan air oleh Pemkab Tuban,” Kasmuji. (Dur/Rul)

Apa Komentarmu?

SHARE