Wabup Minta Rastra Diberikan Warga Miskin

Wabup Minta Rastra Diberikan Warga Miskin

216
SHARE
Wabup Tuban Noor Nahar Hussein

kabartuban.com – Membagikan Beras Sejahtera (Rastra) yang dulunya bernama Beras Miskin (Raskin) secara merata kepada masyarakat baik yang maupun dalam kategori tidak mampu termasuk “dholim”. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussaein.

”Rastra itu jatah atau haknya masyarakat miskin. Sehingga, jika beras itu dibagi secara merata maka itu dholim,” ungkap Noor Nahar kepada kabartuban.com, Sabtu (17/6/2017).

Maka dari itu, lanjut mantan ketua PCNU Tuban ini, kepla desa harus segera menghentikan praktik pembagian Rastra secara merata, seperti yang telah dilakukan selama ini. Selain itu, Kades harus berkomitmen untuk mengurangi tingkat kemiskinan di wilayahnya masing-masing.

”Dengan membagikan Rastra kepada yang berhak, yakni masyarakat miskin menjadi salah satu cara mengurangi tingkat kemiskinan ditingkat desa,” ujar Ketua PKB Kabupaten Tuban tersebut.

Menurutnya, alasan Kades membagikan Rastra secara merata karena rata-rata takut tidak dipilih kembali atau dikata-katain masyarakatnya.

”Rata-rata alasannya takut tidak kepilih lagi jika beras itu tidak dibagi merata. Padahal tidak begitu, jika Kades kepemimpinannya bagus pasti akan terpilih lagi,” tandasnya.

Diketahui, pagu Rastara tahun 2017 untuk Kabupaten Tuban sebanyak 106.814 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jika dirinci perkecamatan dari 106.814 dibagi di Kecamatan Bancar 6.046 KPM, Bangilan 3.941 KPM, Grabagan 4.648 KPM, Jatirogo 3.256 KPM, Jenu 4.515 KPM, Kenduruan 2.943 KPM, Kerek 5.530 KPM, Merakurak 5.451 KPM, Montong 4.740 KPM, Palang 7.189 KPM, dan Kecamatan Parengan 4.884 KPM.

Sedangkan, untuk Kecamatan Plumpang 8.602 KPM, Rengel 6.061 KPM, Semanding 7.179 KPM, Senori 4.893 KPM, Singgahan 4.947 KPM, Soko 10.591 KPM, Tambakboyo 3.467 KPM, Tuban 3.583 KPM dan Kecamatan Widang 4.375 KPM. (dur)

 

Apa Komentarmu?