Angka Kasus DBD di Tuban Tinggi, Dinkes Minta Masyarakat Terapkan PSN

27
foto: Kepala Dinkes P2KB Tuban (Bambang priyo Utomo)

kabartuban.com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Tuban menyebutkan jika angka Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tuban mengalami adanya peningkatan dan tergolong cukup tinggi. Seperti yang terjadi sepanjang tahun 2022 lalu, dimana data yang diterima oleh kabartuban.com menunjukkan sebanyak 651 kasus DBD dengan angka kematian sebanyak tujuh kasus.

“Secara total masayarakat yang terjangkit DBD pada Tahun 2022 lalu itu sebanyak 651 kasus dan langkah fogging sebanyak 102 kali,” jelas Bambang Priyo Utomo saat dikonfirmasi, Senin (23/01/2023).

Dapat dikatakan tinggi sebab dibandingkan tahun sebelumnya, angka yang tercantum lebih meningkat dua kali lipat yang hanya terdapat 223 kasus selama 12 bulan. Sehingga menurut mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo tersebut fogging saja dirasa belum cukup.
Oleh karena, seluruh masyarakat Kabupaten Tuban diminta untuk dapat menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus seperti Menguras, Menutup dan Memanfaatkan barang bekas.

Baca Juga:

FKUB dan Kemenang Tuban Ajak Seluruh Umat Beragama Saling Menghargai dan Menjaga

Imunisasi Campak Rubela Belum Merata, Gubernur Jatim Beri Penegasan

Jangan Sampai Jatim Kembali Mendapat Rapor Merah Soal Indeks Kebebasan Pers

Tak hanya itu Kepala Dinkes P2KB juga meminta untuk menggalakkan juru pemantau jentik, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik, menggunakan anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk hingga menghindari kebiasaan menggantung pakaian di rumah.

“Upaya pengendalian yang dilakukan ini sebelum penularan meliputi penyuluhan kepada masyarakat, Gerakan Bakti PSN 3M-Plus secara serentak dan Abatisasi (pemberian serbuk abate) pada tempat-tempat yang digenangi air,” tutupnya. (hin/dil)