Berjiwa Besar, Pasutri di Tuban Rawat 2 Anak dan 1 Cucu Pengidap Gangguan Jiwa

66
foto: mbah Rasi (laki-laki) dan mbah Pucuk (perempuan) saat ditemui di kediamannya

kabartuban.com – Pasangan suami istri di Kabupaten Tuban ini bak berhati malaikat. Mereka dengan rela dan tulus serta sabar merawat dua anak kandungnya serta satu cucunya yang diduga mengidap gangguan jiwa.

Pasangan suami istri tersebut adalah Bapak Rasi dan Ibu Pucuk yang merupakan warga Dusun Mojokopek, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban.

Menurut penuturan dari salah satu anak dari Mbah Pucuk sapaan akrabnya, yakni Bapak Warsono, beliau mengungkapkan bahwa penyakit ganguan jiwa tersebut bukanlah penyakit keturunan.

“Kalo faktor keturunan tidak ada. Yang adikku itu dulu dari Rumah Sakit Lawang didiagnosis saraf, kalo yang kakakku itu juga pernah dibawa Rumah Sakit Menur dan kalo yang keponakanku ini dia depresi,” ungkap Warsono.

Berdasarkan informasi jika sang kakak (R) telah mengalami ganguan jiwa selama 30 tahun dan sang adik (K) sekitar 12 tahun lebih sedangkan sang keponakan (D) mengalami depresi sekitar tahun 2015, meski sempat sembuh dan menikah, sang keponakan kembali mengalami depresi yang diduga akibat faktor ekonomi.

“Yang keponakan ini sempat sembuh, sempat nikah dan punya anak lalu ini kumat lagi. Kemungkinan faktor ekonomi dari sananya mungkin,” tambahnya.

Diketahu bahwa keluarga tersebut telah mendapat bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tuban yang nantinya akan membawa sang kakak dan keponakannya untuk dirujuk ke Rumah Sakit Menur Surabaya.

Baca Juga:

Berikut Besaran UMK 38 Kota Atau Kabupaten di Jatim 2023

Siap Bersaing, Biznet Tuban Terus Optimalkan Layanan pada Pelanggan

UMP dan UMK Naik, Buruh di Tuban Bersyukur

Pihaknya sangat berterimakasih kepada pihak pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban karena dengan adanya bantuan-bantuan sosial dirinya merasa beban tanggung jawabnya lebih ringan sebab dirinya juga telah berkeluarga.

“Terima kasih untuk Pemkab Tuban sudah dibantu kalau dari pemerintah itu dapat bansos seperti PKH, BNT, BLT tiap tahunnya,” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Desa Prunggahan Kulon, Siswoko, membenarkan bahwa R dan D akan dirujuk ke Rumah Sakit Menur Surabaya untuk dilakukan pengobatan.

“Untuk yang dua insya Allah akan dibawa ke Rumah Sakit Menur untuk berobat, Untuk Surat pengajuan sudah dibawa oleh tim Dinas Sosial,” ungkap Kepala Desa Prunggahan Kulon itu. (nat/dil)