BPNT Cair, Picu Harga Telur di Tuban Membumbung Tinggi

28
Foto: ilustrasi

kabartuban.com – Pencairan Bansos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang telah di distribusikan oleh pemerintah rupanya membuat lonjakan harga di sektor bahan pokok yaitu telur. Seperti halnya di pasar tradisional di Kabupaten Tuban, Rabu (29/11/2022).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda), Endro Budi Sulistyo saat melakukan pengecekan di Pasar Besar Tuban menyebut kenaikan telur diperkirakan hingga Desember 2022.

“Per hari ini, harga telur ayam mencapai Rp29.500 per kilogram,” ujarnya.

Lebih lanjut kenaikan harga itu terjadi hanya pada telur saja, adapun untuk daging, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, cabe dan beras tidak ada kenaikan.

Pihaknya juga tetap akan terus memantau harga bahan pokok agar nantinya dapat mengendalikan inflasi yang ada di daerah Kabupaten Tuban serta untuk mengetahui ketersediaan bahan-bahan pokok menjelang natal dan tahun baru (Nataru).

“Sehingga saya berpesan untuk masyarakat agar tidak panik buying,” harapnya.

Pantauan harga telur di pasar Tuban

Sementara itu salah satu penjual sembako Novi (30) mengatakan bahwa harga telur terus naik Rp500 dalam setiap harinya. Dari harga normal Rp25.000 per kilogram, kini menjadi Rp 29.500 per kilogramnya.

Lanjut Novi, pada bulan November ini belum ada efek kenaikan akibat nataru, namun kemungkinan harga kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan di bulan Desember tahun 2022 di semua harga sembako.

“Kalau untuk saat ini belum ada efeknya, kemungkinan pada tanggal 1 Desember 2022 baru akan kerasa naiknya,” beber Novi. (hin/dil)