Di Tengah Harga Cukai Rokok yang Melejit, Tren Rokok Tingwe Bergeliat Naik

19
foto: tembakau ber varian rasa (dok. dihin)

kabartuban.com – Penjualan rokok kini semakin diminati di Kabupaten Tuban, apalagi geliat rokok linting atau lingting dewe (tingwe) yang dianggap “jadul” sekarang rupanya bakal menjadi tren yang merangkak naik kembali.

Sebab diketahui tepat pada 1 Januari 2023 lalu pemerintah telah resmi menaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT), hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas PMK Nomor 192 Tahun 2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot dan Tembakau Iris. Aturan diteken 14 Desember 2022.

Debi Trisnanda salah satu penjaga toko tembakau di Tuban menyebut jika cukai rokok telah naik diprediksi masyarakat akan beralih kepada tembakau, kendati tembakau juga terdapat cukai yang harus dibayarkan, namun dirinya menjawab kenaikan tersebut tidak terlalu banyak.

“Kisaran harga tembakau sendiri sekitar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per onsnya,” tuturnya kepada media kabartuban.com , Jumat (06/01/2022).

Baca Juga:

Polres Tuban Berhasil Sita 45 Knalpot Brong Pasca Malam Tahun Baru 2023

Mbak Sipon, Istri Aktivis Wiji Thukul Meninggal Dunia

Masyarakat Desa Pugoh Bancar Lakukan Festival Guna Mulai Masa Tanam

Untuk peminat sendiri Debi menyebutkan semua kalangan menyukai rokok tingwe ini seperti orang dewasa hingga anak muda. Menurutnya salah satu alasan mengapa peminat rokok tingwe banyak, sebab selain dari harganya yang murah disamping itu terdapat berbagai varian rasa buah serta kopi.

Untuk Omzet dari penjualan tembakau tersebut, pria muda ini menjawab setiap harinya mampu menghasilkan omset rata-rata Rp2.500.000. (hin/dil)