Diduga Jual Pupuk Subsidi Melebihi HET, Pemilik Kios di Tuban Diamankan Polisi

46
foto: Penangkapan penjual pupuk ilegal di Tuban (Dokumentasi istimewa )

kabartuban.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil mengungkap kasus dugaan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi. Pupuk tersebut dijual dengan harga yang melebihi HET.

Hal tersebut diketahui dilakukan oleh pemilik kios yang biasa menjadi tempat penyaluran pupuk kepada para petani di tingkat desa.

Alhasil petugas kepolisian berhasil mengamankan dua orang yang tak lain adalah pemilik kios dan juga sopir pikap yang mengangkut pupuk subsidi. Kini pemilik kios dan juga sopir pikap diamankan di Polres Tuban guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Dikutip dari beritajatim.com jika penangkapan penjualan pupuk bersubsidi yang melebihi harga HET berawal saat petugas Sat Reskrim Polres Tuban mendapatkan laporan dari para petani yang ada di wilayah Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar.

Para petani yang ada di wilayah desa tersebut mengetahui terdapat kios pupuk bersubsidi yang ada di desa menjual pupuk kepada orang yang berasal dari luar Kecamatan Bancar.

“Awalnya terdapat kelompok petani yang menginfokan penjualan pupuk bersubsidi yang disinyalir di atas HET dan juga melewati ketentuan wilayah,” ujar Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta, Sabtu (10/12/2022).

Baca Juga:

UMP dan UMK Naik, Buruh di Tuban Bersyukur

Berjiwa Besar, Pasutri di Tuban Rawat 2 Anak dan 1 Cucu Pengidap Gangguan Jiwa

Imigrasi Ungkap Jumlah Kedatangan WNA di RI Naik di Tengah Isu KUHP Baru

Mendapatkan adanya laporan dari warga sejumlah anggota dari Sat Reskrim Polres Tuban langsung menuju lokasi transaksi pupuk bersubsidi yang menyalahi aturan tersebut. Saat sampai di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, petugas bersama dengan warga mendapati kendaraan pikap nopol S 9284 JD yang mengangkut pupuk bersubsidi puluhan zak.

“Atas laporan masyarakat, anggota dari Sat Reskrim Polres Tuban mengamankan satu mobil pikap yang berisikan pupuk bersubsidi. Dua orang juga kita amankan, yaitu sopir dan pemilik kios pupuk,” sambungnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pupuk bersubsidi yang dibeli dari kios di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar itu akan dibawa ke wilayah Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban.

Padahal pupuk subsidi jenis Urea tersebut seharusnya menjadi jatah petani Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar. Namun oleh pemilik kios dijual ke orang luar desa dengan harga Rp 230 ribu per zak, jauh melampuai dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Barang bukti yang kita amankan sebanyak 30 zak. Pemilik kios dan sopir yang pikap masih kita periksa,” pungkasnya.(nat/dil)