Dirintis pada Awal Pandemi, Anak Muda di Tuban Sukses Kembangkan Usaha Madu Savana

68
foto: Madu Savana yang di produksi oleh Agus Bustomi (dok. kabartuban)

kabartuban.com – Berawal pada Tahun 2019 silam dimana pada saat itu merebaknya wabah Covid-19, tercetuslah sebuah usaha dengan menangkap peluang berbisnis yang dilakukan oleh Agus Bustomi selaku Pemilik dari Usaha Madu Savana yang berada di Jalan Tembus (JT) Area Komplek Ruko, Gedongombo, Tuban.

Usaha yang digelutinya kurang lebih 3 tahun ini didasarkan pada pengetahuan lebih yang dimiliki oleh Agus Bustomi hingga mempunyai peternakan madu sendiri.

“Mengambil peluang karena dulu banyak masyarakat yang mencari obat untuk kesehatan salah satunya madu, oleh karena itu saya memilih produk ini untuk coba dijual,” ungkapnya saat ditemui oleh reporter kabartuban.com, Kamis (12/01/2023).

Varian yang disediakan oleh madu Savana juga cukup bervariasi, sebab menurut Agung cairan yang dihasilkan oleh jenis nektar memunculkan karakter dan rasa yang berbeda-beda.

Baca Juga: PKL di Pantura Dilarang Jualan, Ketua Fraksi PKB Sebut Akan Carikan Solusi

Salah satunya dari jenis Nektar Randu atau yang biasa disebut dengan Madu Super, kemudian Madu Rambutan berasal dari Nektar Bunga Rambutan, disusul dengan Madu Kaliandra dari Bunga Kaliandra dan terakhir Madu Akasia yang berasal dari pohon Akasia.

“Jika sekarang varian yang paling diminati pembeli dan dicari ada varian Madu Akasia Sumatera, karena dia termasuk dalam lima madu terbaik dunia,” timpalnya.

Untuk harga jual madu Savana tersebut dibanderol mulai dari Rp79.000 untuk jenis Madu Sumatera Akasia, kemudian untuk harga yang lain menyesuaikan tergantung pada kelangkaan serta kerumitan pada proses panen pada setiap jenis nektarnya.

Agung menyebutkan jika kesulitan berbisnis madu adalah dari kelangkaan stok karena semua produk yang ia jual adalah murni dari hasil panen, oleh karena itu, jika terkadang terdapat masa paceklik atau kelangkaan maka Agung mengaku kesulitan untuk menjual madu-madunya.

“Kalau waktu masa paceklik atau terjadi kelangkaan kami sulit untuk menjual,” bebernya.

Dirinya mengaku akan terus mempertahankan kepercayaan yang diberikan kepada konsumen kepada usaha yang didirikannya saat ini. Salah satu hal yang dilakukan ialah dengan memantau proses dari hulu ke hilir, mulai dari proses pemanenan madu hingga madu sampai kepada pembeli.

Hingga saat ini, penjualan madu Savana sudah sampai di seluruh wilayah di Indonesia. Tidak hanya itu, madu Savana juga menjual produknya di toko-toko online yang ada.

“Semoga madu Savana bisa bermanfaat untuk banyak orang serta dapat membantu menjadi sarana pengobatan yang alami,” harapnya. (hin/dil)