Hidup Berdua di Tempat yang Kurang Layak, Ramido dan Ratmi Akui Tak Dapat Bantuan Pemerintah

105
foto: Penampakan rumah Ramido dan Ratmi

kabartuban.com – Ramido dan Ratmi merupakan sepasang suami istri yang menjalani kehidupannya tanpa seorang anak. Mereka tinggal di dalam rumah yang bisa dianggap kurang layak. Namun meski demikian mereka tetap semangat menjalani kehidupannya.

“Berdua tok, tidak ada anak,” ucap Ramindo, Jum’at (25/11/2022).

Hidup sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak pasti, mereka mengaku bisa mendapatkan penghasilan jika ada yang membutuhkan jasanya untuk menggarap sawah. Dengan berbekal penghasilan yang tidak pasti tersebut, Ramindo dan istrinya terpaksa menutup kebutuhannya dengan berhutang.

“Buruh tani, nek sak niki pengangguran, nek mburoh yo ngolek-ngolek sopo sing ngangkon, nek ono yo budal, nek gak ono yo pengangguran (kalau sekarang pengangguran, kalau buruh ya cari-cari siapa yang nyuruh, kalau ada ya berangkat kalau nggak ada ya pengangguran),” terangnya saat ditemui reporter ini di rumahnya.

Lanjut Ramido, hingga saat ini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan yang diprogramkan pemerintah. Baik Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), maupun Bantuan Non Tunai (BNT).

“Tidak pernah dapat bantun,” tegasnya.

Baca Juga:

Dirinya berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan masyarakatnya terlebih yang kondisinya seperti dirinya.

Untuk diketahui, pada Tahun 2009 silam, warga Dusun Mojokopek, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban ini pernah mendapatkan bantuan program bedah rumah dari pemerintah. Namun, keadaan rumahnya saat ini cukup memperihatinkan, mulai dari ruang tamu, tempat tidur, hingga dapur terlihat tidak layak dengan beralaskan tanah. (nat/dil)