Imigrasi Ungkap Jumlah Kedatangan WNA di RI Naik di Tengah Isu KUHP Baru

17
Foto: Ilustrasi

kabartuban.com – Kekhawatiran sekelompok pihak bila KUHP baru akan mempengaruhi kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) dan investor tidak terbukti. Malah, data di Imigrasi menunjukkan data sebaliknya

“Jika kita lihat dari data keimigrasian berupa data kedatangan WNA melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Laut, Udara dan Darat, kenaikan WNA yang datang di Indonesia dari tanggal 6 sampai dengan 9 Desember 2020 naik secara signifikan,” kata Plt Dirjen Imigrasi, Widodo Ekatjahjana kepada media, Sabtu(10/12/2022).

Berikut data kedatangan WNA di gerbang Imigrasi pasca pengesahan RKUHP jadi KUHP:

6 Desember 2022 sebanyak 19.719 orang

7 Desember 2022 sebanyak 20.611 orang

8 Desember 2022 sebanyak 24.341 orang

9 Desember 2022 hingga pukul 23.59 sebanyak 28.473 orang

Total kedatangan 93.144 orang

Baca Juga: Berjiwa Besar, Pasutri di Tuban Rawat 2 Anak dan 1 Cucu Pengidap Gangguan Jiwa

“Jadi tidak nampak korelasinya pandangan yang mengatakan bahwa disahkannya RUU KUHP akan menurunkan jumlah wisatawan dan investasi yang datang ke Indonesia,” ucap Widodo

Kedatangan WNA tertinggi pada 9 Desember 2022 yaitu:

WN Singapura sebanyak 8.404 orang

WN Malaysia sebanyak 5.176 orang

WN Australia sebanyak 2.584 orang

WN India sebanyak 1.533 orang

Baca Juga: UMP dan UMK Naik, Buruh di Tuban Bersyukur

“Kedatangan WNA, baik dalam rangka kunjungan, wisatawan, bisnis dan investasi tidak terpengaruh oleh RUU KUHP yang disahkan,” beber Widodo Ekatjahjana.

Kekhawatiran KUHP baru akan menurunkan wisman juga tidak terbukti. Hal itu terbukti kedatangan di Bandara Bali, pulau tujuan wisata, yang angkanya malah naik. Yaitu pada 8 Desember 2022 sebanyak 10.991 WNA dan naik pada 9 Desember 2022 sebanyak 11.708 WNA.

Baca Juga: Berikut Besaran UMK 38 Kota Atau Kabupaten di Jatim 2023

Pertumbuhan positif itu membuat PNBP Imigrasi meningkat tajam menjadi Rp 4,17 triliun. Angka terbesar sepanjang sejarah keimigrasian.

“Jadi pengesahan KUHP baru tidak mempengaruhi kedatangan WNA untuk kunjungan, wisata, bisnis dan investasi di Indonesia,” pungkas Widodo Ekatjahjana. (hin/dil)