Jangan Salah, Rupanya Merajut Bisa Kurangi Tingkat Stres Seseorang

17

kabartuban.com – Siapa sangka kegiatan merajut rupanya dapat membuat kita agar tetap fokus dan bisa menghalau gangguan distraksi penyebab stres, sehingga hobi merajut benang hingga menjadi sesuatu yang menarik ini sepertinya perlu dilestarikan.

Dilansir melalui The Independent, merajut juga bisa memperlambat timbulnya demensia. Serta mengalihkan perhatian dari rasa sakit kronis.

Hasil penelitian dari Knit for Peace tersebut merupakan riset ekstensif terhadap penelitian sebelumnya. Pada studi sebelumnya para peneliti menganalisis manfaat dari merajut dan riset inisiatif dari penelitian itu sendiri.

Di dalam penelitian ditemukan bahwa 15 ribu perajut di Inggris dilakukan oleh orang-orang yang membutuhkan aktivitas tersebut. Merajut terbukti bermanfaat bagi tubuh dan pikiran.

Knit for Peace kemudian memutuskan melakukan penelitian karena para anggotanya merasa mengalami peningkatan kesehatan setelah merajut. Selain menenagkan, merajut juga mengalihkan perhatian dari rasa sakit kronis.

Senada dengan hal tersebut, rupanya salah satu peserta member pelatihan dari MaFAZ Craft yang dinangungi oleh Nur Chamida bercerita jika terdapat salah satu temannya yang takut akan ketinggian saat naik pesawat.

“Dia phobia ketinggian jadi pada saat di pesawat terbang dia tidak tidur, walaupun selama 8 jam kemudian dia ikut terapi merajut lambat laun tidak phobia ketinggian. Alhamdulilah walaupun tidak sembuh secara 100% setidaknya bisa melawan phobia ketinggian itu,” ungkapnya kepada kabartuban.com, Senin (2/1/2023).

Disusul dengan salah satu member pelatihan yang lain yang mempunyai riwayat penyakit darah tinggi sehingga menurut Mida Sapaan akrabnya, salah satu member tersebut disarankan dokter untuk melakukan terapi dengan metode mengerjakan suatu pekerjaan yang disukai.

“Ternyata dia menyukai rajutan tapi tidak bisa, akhirnya ikut member kelas rajut saya dan diajari satu materi diberikan Alhamdulilah lambat-laun darah tingginya sembuh,” ucapnya sambil bersyukur. (hin/dil)