Kakek di Tuban Hidup Sebatang Kara di Rumah yang Hampir Roboh

165
foto: pembangunan rumah mbah sukiran

kabartuban.com – Kondisi pilu yang dirasakan oleh Sukiran (60) yang merupakan warga Desa Kiring RT 11 RW 15 Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban yang tinggal seorang diri di rumah yang bisa dikatakan kurang layak.

Bagaimana tidak, kakek yang sehari-harinya menghabiskan waktu untuk mengambil air nira (air legen) ini menghabiskan masa tuanya sebatang kara di rumah yang hampir roboh.

Reporter kabartuban.com juga langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi di dalam rumahnya. Saat itu terlihat genting yang kebanyakan berlubang serta ditutupi oleh sepotong kain terpal.

Tidak hanya itu rumah yang sempit itu berisikan lemari pakaian, meja makan serta tempat tidur di atas kayu yang hanya menggunakan tikar untuknya berisitirahat dan beberapa peralatan lainnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Yoko selaku ketua RT 11/RW 15 lingkungan Kiring yang menyebutkan jika Mbah Suki sapaan akrabnya tinggal sendirian.

“Mbah suki memang tinggal sendiri dia belum punya anak atau istri karena masih perjaka,” ujarnya.

foto: Penampakan asli rumah mbah sukiran

Hal tersebut tak lantas membuat pengurus lingkungan Desa Kiring RT 11/RW 15 tersebut diam. Solikin selaku ketua RW 15 langsung bertindak cepat agar bagaimana caranya Mbah Suki mendapatkan bantuan perbaikan rumah secepatnya, mengingat kondisi tempat tinggalnya yang kemungkinan bisa roboh sewaktu-waktu.

“Kami melihat kondisi rumah Bapak Sukiran selanjutnya langsung koordinasi dengan Ketua RT 11 untuk konfirmasi,” ucapnya.

Lanjut Solikin menjelaskan, dirinya mencoba untuk menghubungi nomor kontak dari Komunitas Sahabat Berbagi untuk meminta bantuan.

“Alhamdulilah donasi masuk dan tidak disangka-sangka berupa material, dana ataupun pikiran. Saya juga berterimakasih oleh Komunitas Sahabat Berbagai ini,” syukurnya.

Sementara itu, wakil ketua dari Komunitas Sahabat Berbagi sekaligus koordinator dari lapangan, Munir yang mengatakan jika pengerjaan rumah Mbah Sukiran dilakukan secara gotong royong.

“Untuk pembangunan rumah ini kita bangun 5X7 dengan pondasi mulai dari nol dan sampai finish akan kita keramik,” bebernya.

foto: mbah sukiran sedang membantu pengerjaan pembangunan rumahnya

Untuk pembangunan rumah Mbah Sukiran sendiri akan ditargetkan selesai sekitar 15 hari jika cuaca mendukung dan tidak hujan.

Baca Juga: Nelayan Desa Karangung Sambut Meriah Festival Perahu

Adapun pembangunan rumah untuk Pak Sukiran dianggarkan sekitar Rp20.000.000 rupiah dengan ukuran rumah 5X7 pembangunan.

Untuk diinformasikan, bagi masyarakat yang ingin melakukan donasi dapat menghubungi nomor di bawah ini:
Antasari: 0858-0890-4293
Munir: 0852-3094-9999
No Rekening
BRI- 364401018151539 Atas Nama: Dul Khafid. (hin/dil)