Komitmen Cegah Tipikor, Kejari Tuban: Peran Masyarakat Sangat Dibutuhkan

36
foto: Kantor Kejaksaan Negeri Tuban (Dok. dihin)

kabartuban.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban berkomitmen penuh terhadap tindak pidana korupsi (Tipikor) yang ada di Kabupaten Tuban. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Bidang Intelijen Kejari Tuban, Muis Ari Guntoro.

Dalam kesempatan tersebut Muis sapaan akrabnya menyampaikan bahwa Jaksa mempunyai komitmen dan kewenangan untuk melakukan penyelidikan jika terdapat laporan adanya Tipidkor di Kabupaten Tuban.

Setelah mendapatkan laporan dugaan Tipikor, Kejari Tuban selanjutnya akan mengumpulkan keterangan untuk dijadikan bukti. Hal tersebut sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 184 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang menyebutkan bahwa alat bukti yang sah adalah keterangan sanksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.

“Tentu saja jika ada laporan itu kita klarifikasi untuk pengumpulan bahan data dan keterangannya,” terang Kasi Intelijen itu kepada kabartuban.com, Rabu (25/1/2023).

Baca Juga:

Angka Kasus DBD di Tuban Tinggi, Dinkes Minta Masyarakat Terapkan PSN

Lanjut Muis menjelaskan bahwa peran partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menangani kasus Tipikor, namun juga harus diserta dokumen dan bukti-bukti yang kuat sehingga dapat mempermudah pihak Kejaksanaan dalam melakukan penyelidikan.

“Kita di Kejaksaan ini juga nggak bisa berdiri sendiri, dan perlu peran masyarakat. Apabila menemukan perbuatan tindak pidana korupsi tetapi juga harus didukung dengan dokumen atau bukti yang kuat, jangan sampai nanti laporannya itu menuduh seseorang kan nggak enak,” tambahnya.

Selain itu, untuk menjaga kepercayaan masyarakat, Kejari Tuban memiliki fungsi dan kewenangan di masing-masing bidang dengan penguatan dan selalu masif melakukan pencegahan.

“Kita kejaksaan ini tidak hanya melakukan penyelidikan di bidang Tipikor namun ada juga dalam hal sisi intelijen kami sudah melakukan pencegahan Tipikor juga. Kami juga ada program misalnya dari anak SD terkait nanti patuh kepada orangtua dan nanti rencananya bulan depan kita bakal program penerangan hukum kaitannya dengan norma-norma,” tutupnya. (nat/dil)