Maraknya Modus Penipuan Mengatasnamakan Ekspedisi Yang Berujung Hangusnya Saldo Rekening

53
foto: Modus penipuan melalu ekspedisi

kabartuban.com – Jasa pengiriman barang JNE menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan JNE, hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala cabang JNE Yogyakarta Adi Subagyo yang mengatakan JNE sedang melakukan tindakan preventif untuk pelanggan terhadap penipuan yang mengatasnamakan layanan jasa pengiriminan tersebut.

“Jadi terdapat beberapa pertanyaan dari pelanggan melalui via DM ke media sosial milik JNE. Lalu dari beberapa pertanyaan tersebut kami membuat himbauan kewaspadaan agar pelanggan jangan sampai tertipu terhadap oknum penipuan,” jelasnya Selasa (6/12/2022).

Model yang digunakan oleh oknum penipuan bermacam-macam diantaranya berupa transfer untuk asuransi, kuis, pemalsuan resi ataupun modus berjualan produk dengan harga murah dibawah harga pasar.

“Penipuan berupa transfer untuk asuransi sebagai contoh pengiriman bernilai tinggi seperti handphone, elektronik dan lain-lain lalu dibeli dengan harga murah. Pelanggan nantinya diminta transfer asuransi dengan dalih mengeluarkan barang dari ekspedisi. Padahal asuransi itu biasanya sudah termasuk dihitung saat pengiriman dan nilainya pasti,” tambahnya.

Baca Juga:

Sedangkan masih sambung Adi, penipuan melalui model kuis nanti link dibagikan melalui sosial media ditambah testimoni akun tersebut. Kalau untuk pemalsuan resi biasanya digunakan oknum untuk pelanggan yang baru pertama atau jarang menggunakan JNE.
JNE menghimbau kepada masarakat untuk mengecek data penjual dan mengenali olshopnya terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.

Selain itu, masyarakat diharapkan memahami jasa pengiriman yang menggunakna JNE seperti pembayaran ongkos kirim (ongkir) asuransi paket dan Surcharge.
Tindakan preventif ini diharapkan dapat menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan JNE agar terhindar dari modus penipuan.

Sementara itu baru baru ini juga terjadi modus penipuan melalui ekspedisi JNT. Pelaku ber pura pura dari jasa ekspedisi lalu mengirimkan file dengan ekstensi APK yang diberi judul “ Lihat foto paket” siapapun yang tidak jeli akan terkecoh dengan nama file tersebut dan kemudian mendownload nya.

File dengan ekstensi APK adalah aplikasi yang berjalan untuk OS android. Dalam kasus ini korban terlanjur mengunduhnya dan tanpa diketahui korban, saldo BRIMO telah ludes, korban mengaku tidak pernah melakukan atau membuka aplikasi apapun dan mengisi user id maupun password pada situs lain.

“Allaahu akbar, baru sore tadi kejadian 1,8 juta ludes, anak perantauan uang segini buat bertaan hidup, ya Allah bisa-bisanya orang ngak punya hati,” ungkapan korban dalam unggahannya di media sosial @evan_neri.tftt. (nat/dil)