Mega Proyek Tuban Tak Kunjung Rampung, Kadis PUPR-PRKP Nilai Kontraktor Tidak Profesional

30
foto: Kondisi proyek gor tuban (dok. dihin))

kabartuban.com – Beberapa proyek besar yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban yang mana sebelumnya akan dijadwalkan rampung pada akhir bulan Desember 2022 lalu hingga saat ini masih terdapat beberapa proyek yang belum rampung.

Belum tuntasnya mega proyek tersebut, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP), Agung Supriyadi disinyalir dikarenakan pihak kontraktor tidak profesional. Adapun menurutnya jika pengerjaan proyek di Rest Area pada awal Bulan Januari 2023 lalu diperkirakan sudah mencapai kurang lebih 50 persen.

“InsyaAllah Rest Area pengerjaannya sudah mencapai 50 persen dan sudah dibayar separuh sampai per akhir Desember. Kalau GOR sendiri lumayan sudah mencapai 70-80 persen,” jelasnya, Rabu (25/01/2023).

Selain kedua proyek tersebut, pembangunan di Kawasan Pantai Boom Tuban yang menelan anggaran Rp2,5 milyar juga sudah dikerjakan kurang lebih sekitar 50 persen yakni meliputi pemasangan lampu, gazebo dan pembuatan taman.

pantauan di lapangan, untuk pengerjaan pembangunan Alun-alun Tuban yang merupakan proyek dengan nominal Rp1,9 Milyar ini sudah menunjukkan tanda-tanda akan selesai atau sedang dalam tahapan finishing.

“Pengerjaan Alun-alun sudah hampir selesai, untuk berapa persennya PPK yang mengetahui,” sambungnya.

Baca Juga: Komitmen Cegah Tipikor, Kejari Tuban: Peran Masyarakat Sangat Dibutuhkan

Masih tambahnya jika salah satu penyebab adanya kemoloran pengerjaan itu, disebabkan karena cuaca yang tidak mendukung serta kesiapan masing-masing rekanan yang kurang maksmimal.

Dengan adanya kemoloran proyek yang terjadi pihaknya mengaku hal tersebut akan dijadikan evaulasi untuk pemerintah kedepannya. Sehingga pihaknya berupaya tidak memulai proyek diakhir tahun lagi, seperti yang dilakukan pada tahun 2022 kemarin.

“Kemarin kita sudah melakukan kesepakatan dengan OPD-OPD, maksimal Bulan Februari ini harus sudah lelang. Kemarin terlambatnya macam-macam, dari OPD masing-masing-masing juga konsultannya ada yang belum clear dengan kita,” tutupnya. (hin/dil)