MUI Sebut Goyang Pargoy Haram, Begini Alasannya

24
ilustrasi

kabartuban.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Munahar Muchtar memastikan bahwasannya ikut menguatkan fatwa dari MUI Jember, Jawa Timur yang mengharamkan goyang pargoy.

Adapun alasan yang mengharamkan goyang pargoy karena Gerakan tersebut dapat menimbulkan syahwat bagi lawan jenis sudah jelas hukumnya haram.

“Kalau goyang apa namanya, goyang pargoy, yang namanya goyang kalau wanita yang melakukan sudah jelas haramnya, artinya sudah jelas yang membuat seseorang mengeluarkan birahi karena tontonannya sudah jelas haramnya,” jelas Munahar.

Menurut Munahar fatwa haram yang dikeluarkan oleh MUI Jember beberapa waktu lalu sendiri merupakan sebuah pengingat untuk masyarakat bahwasannya goyang pargoy itu haram.

“Kita pasti menguatkan ini sudah jelas hal yang sudah diharamkan. Saya minta ini untuk sesuatu yang sudah jelas haramnya, ya sudah itu yang enggak boleh,” katanya.

Baca juga : Surabaya Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

Baca juga : Demo Papua Ricuh, Kabagops Polres Jakpus Kena Lemparan Batu

Joget Pargoy sendiri diketahui kerap dilakukan oleh sekelompok orang yang awalnya viral di sosial media TikTok. Namun goyangan jenis pargoy ini kini kerap ditemui dan dilakukan di acara-acara umum.

Baru-baru ini MUI Jember mengeluarkan fatwa haram terhadap joget pargoy lantaran mengandung gerakan erotis yang dapat menimbulkan syahwat bagi lawan jenis.

Keputusan tersebut diumumkan lewat tausiyah Komisi Fatwa MUI Jember dengan nomor surat 02/MUI-Jbr/XI/2022 yang dikeluarkan pada Sabtu (19/11).

“Hukum Joget ‘Pargoy’ adalah haram karena mengandung gerakan erotis, mempertontonkan aurat dan menimbulkan syahwat lawan jenis,” bunyi fatwa tersebut yang dikutip dari laman resmi MUI Jember. (mel/dil)