Musim Pancaroba, Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Tuban Alami Penurunan

56
foto: Ratna penjual ikan di Pasar Kradenan Palang

kabartuban.com – Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa minggu terakhir menjadi salah satu penyebab yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan yang mengalami penurunan. Hal tersebut dialami oleh nelayan di daerah Kecamatan Palang, Tuban.

Salah satu nelayan asal Palang, Sirun (69) menyebutkan bahwa meskipun cuaca buruk, dirinya mengaku masih tetap nekat untuk mencari ikan. Hal tersebut dilakukan mengingat profesi nelayan merupakan satu-satunya mata pencahariannya.

“Kalau musim hujan hasilnya ya cukup lumayan, tapi ya tidak terlalu banyak seperti biasanya. Kalua ikan tergantung musimnya. Lagian solar juga mahal,” terangnya kepada reporter media ini, Senin (5/12/2022).

Lanjut Sirun, menurut prediksinya jika cuaca buruk ini akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan diperkirakan bisa lebih parah dari sekarang.

Senada dengan hal tersebut, Ratna yang merupakan pedagang ikan di Pasar Kradenan Palang menyebukan bahwa pada cuaca buruk ini hasil tangkapan ikan para nelayan mengalami penurunan.

Baca Juga:

Walau begitu, ia mengaku jika harga ikan laut yang dijualnya tidak terlalu mengalami lonjakan harga. Hal tersrbut dikarenakan banyaknya pasar ekspor ikan yang ditutup, sehingga stok ikan di Kabupaten Tuban masih stabil.

“Harganya saat ini masih stabil, cuma memang harga rajungan turun. Tapi hasil tangkapannya juga turun karena cuacanya kalau sore angin. Cuma kalau dari segi harga tidak terlalu pengaruh,” jelasnya.

Adapun jika biasanya rajungan dijual dengan harga Rp50.000 per kilogramnya, saat ini turun menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara harga ikan lainnya terpantau stabil, seperti halnya harga ikan Togek Rp20.000 per kilogram, ikan Ambangan Rp20.000 ribu per kilogram, ikan Kakap Putih Rp25.000 per kilogramnya sedangkan, ikan kakap merah Rp35.000 per kilogram. (hin/dil)