Olah Limbah Pohon Pisang Jadi Camilan, UMKM di Tuban ini Mampu Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah

103
foto: Prduk umkm kerupuk ares pisang

kabartuban.com – Berbicara mengenai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memang tidak ada habisnya, bagaimana tidak, ide-ide yang dikeluarkan untuk membuat suatu produk agar nantinya mempunyai nilai jual selalu mempunyai ciri khas yang unik.

Seperti salah satu UMKM dari Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang membuka usaha pembuatan keripik yang berbahan dasar limbah pohon pisang.

Terbukti, tangan Elis Nurhayati dan ibunya mampu mempertahankan usaha yang sudah berdiri sejak tahun 2019 hingga sekarang. Meskipun dalam perjalanan memulai usaha yang saat ini digelutinya pasti tidak mudah dan banyak sekali hambatan.

“Pada tahun 2019 sendiri kami mengangkat tema pengolahan limbah pisang karena potensi dari Desa Nguruhan Daerah Nguruhan, Soko ini potensinya adalah pohon pisang. Jadi ketika pohonnya diambil limbahnya dibuang begitu saja,” ucap Elis saat ditemui di rumah produksinya, Kamis (10/11/2022).

Baca Juga: Jangan Salah Paham, Ini Surat Yang Akan Diberikan Polisi Tuban Kepada Pelanggar

Adapun produk yang mampu dihasilkan dari satu batang pisang ini dapat dimanfaatkan menjadi 3 (tiga) produk, dari akar pisang atau yang biasa disebut “Bonggol” diolah menjadi keripik, bagian tengah atau yang biasa disebut “Ares” ini diolah menjadi keripik dan yang terakhir juga dibuat keripik bernama “Gedebog pisang”.

foto: Kegiatan proses produksi kerupuk sres pisang di Tuban

“Jangkauan pemasaran kami pun sudah ke luar jawa dan memiliki 30 lebih Reseller,” ungkapnya.

Sebelum pandemi Covid-19 omzet yang mampu didapatkan lumayan besar yakni mencapai Rp90 juta untuk setiap bulan, namun setelah pandemi omzet menurun drastis hingga 20% dan total mencapai Rp20 juta untuk semua produk yang dijualnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap usaha yang digelutinya sekarang dapat lebih mendapatkan perhatian dari instansi terkait untuk mendorong serta memberikan semangat agar usahanya dapat pulih seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Ke depan supaya lebih ada perhatian dari pihak instansi terkait yakni pemerintah daerah terutama biar kita lambat-lambat bisa berjalan kembali dan bisa pulih sebelum adanya pandemi,” ucap Rahmad selaku Bendahara UMKM Saeeku. (hin/dil)