SDN Prunggahan IV Tuban Berikan Larangan Bawa Lato-Lato ke Sekolah

34
foto: Lato-lato tidak bolreh dibawa ke sekolah

kabartuban.com – Lato-lato merupakan permainan yang sudah ada sejak era 60 hingga 70-an di berbagai negara, hingga akhirnya permainan ini kembali ada di Indonesia dan menjadi trend baru untuk masyarakatnya. Namun, setelah beredarnya kabar bahwa lato-lato menyebabkan kebutaan mata pada salah anak tersebut membuat keberadaan lato-lato ini akhirnya dilarang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Prunggahan Kulon IV pada Senin (9/1/2023) lalu memberikan imbauan sekaligus peringatan kepada siswa-siswi SD tersebut untuk tidak membawa permainan lato-lato di lingkungan sekolah.

“Karena masalah lato-lato ini memang permainan sebenarnya, tapi karena itu membahayakan banyak hal terjadi karena lato-lato dan bisa membahayakan diri sendiri,” tegas Sumito saat ditemui oleh reporter media kabartuban.com, Rabu (11/01/2023).

Pihaknya juga menyebutkan jika mengundang semua paguyuban serta para pengurus untuk menginformasikan jika saat sekolah anak-anak dilarang membawa lato-lato, adapun jika di rumah pihaknya ingin para orang tua tetap mengawasi putra-putrinya bermain.
Dijelaskan jika sebelum adanya informasi tersebut anak-anak memainkan suara lato-lato secara bersamaan hingga membuat heboh suasana.

Baca Juga:

Selain Suguhkan Keunggulan di Bidang Pendidikan, SD BAS Tuban Merupakan Sekolah dengan Program PJAS Aman

“Harapan saya anak-anak jangan main itu karena ditakutkan membahayakan anak-anak, main boleh saja karena pada usia tersebut anak-anak memang usia bermain, tapi yang tidak membahayakan diri mereka sendiri,” harapnya.

Sementara itu, salah satu wali murid, Muntiah (40) menyebutkan jika kebijakan yang diambil oleh pihak sekolah dinilai sangat baik.

“Saya dukung kebijakan sekolah tidak boleh membawa lato-lato karena ya memang buat keselamatan,” tegasnya. (hin/dil)