Surabaya Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia

28
foto: Gedung Merah Putih, Alun-Alun Kota Surabaya tempat pelaksanaan peringatan Hari AntiKorupsi Sedunia

kabartuban.com – Kota Surabaya Jawa Timur terpilih menjadi salah satu tuan rumah Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar di Gedung Negara Grahadi dan Gedung Merah Putih, Alun-alun Suroboyo pada 1-2 Desember 2022.

“Surabaya dipilih karena menjadi salah satu kota yang strategis untuk menjadi mercusuar antikorupsi di Jawa Timur,” ungkap Direktur Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Direktorat Wilayah III Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama.

Dalam peringatan Hakordia pada 1-2 Desember 2022 akan ada beberapa tema acara yang digelar antara lain antikorupsi bertajuk “Perbaikan Tata Kelola Terhadap Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB”, pameran produk sistem antikorupsi dari masing-masing daerah di Jatim hingga sosialisasi penguatan antikorupsi.

Dikutip dari antaranews.com, pada kegiatan tersebut, Direktorat Wilayah III KPK juga turut mengundang enam perwakilan gubernur, di antaranya Gubernur Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jatim sendiri. Serta ada jajaran TNI/Polri hingga Kejaksaan.

Baca Juga: Stop! Korek Telinga Sebabkan Pembengkakan Gendang Telinga, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis THT RSNU Tuban

Bahtiar berharap, Kota Surabaya dapat menjadi mercusuar yang mampu menyebarkan gerakan antikorupsi hingga ke daerah-daerah yang ada di wilayah Jatim dan diharapkan Surabaya juga bisa menjadi pioner gerakan desa anti korupsi pada peringatan Hakordia Tahun 2022.

“Saya harap Surabaya bisa menjadi pijar mercusuar yang menyinari wilayah atau desa-desa di Jatim, menyerukan gerakan antikorupsi,” jelas Bahtiar.

Baca Juga: Kali Kening Meluap Sebabkan Kecamatan Parengan Terendam

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak jajarannya di lingkup Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat untuk menjadi insan antikorupsi. Menurut dia, langkah pemkot dalam menciptakan insan antikorupsi harus dimulai dari sejak dini.

“Oleh karena itu, kami bukan hanya memberikan bekal antikorupsi kepada jajaran di pemkot, akan tetapi juga memberikan materi pelajaran yang berkaitan dengan bahaya korupsi di kalangan pelajar,” kata Cak Eri. (mel/nat)