kabartuban.com – Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 semakin dekat. Sejumlah nama-nama yang bakal maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) pun mulai bermunculan. Seperti halnya Drs.H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang merupakan salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang secara resmi diberangkatkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Pada sisi lain, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Sosial sekaligus Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) pun juga secara resmi telah diusung oleh Partai Golkar, meski hingga saat ini siapa dan partai mana yang akan mendampingi Khofifah yang sudah dua kali mengikuti Pilgub Jatim.
Menanggapi hal tersebut Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj menyatakan, dirinya menyerahkan persoalan Pilgub Jawa Timur 2018 yang akan digelarpada bulan Juni 2018 ini kepada para Kiai Nahdlatul Ulama dan pesantren yang menurutnya lebih tahu permasalahannya.
“Untuk urusan (Pilgub) Jawa Timur saya sebagai Ketum PBNU, saya serahkan kepada para ulama pemangku pesantren dan NU di Jatim,” ujar Said Aqil usai mengisi pengajian akbar dalam rangka HUT PT. Semen Gresik ke 60, di Lapangan Perdin SG Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Rabu (18/10/2017).
Menurut Kiai Said panggilan akrabnya ini , para ulama dan pengurus pesantren lah yang paling memahami kondisi di Jawa Timur dan sosok yang paling diinginkan oleh masyarakat Jawa Timur.
“Yang lebih tahu kemaslahatannya, yang lebih tahu mana yang lebih baik, lebih maslahat untuk Jatim, ya Kiai-kiai Jatim. Saya di pusat tahu apa,” terang lulusan King Abdul Aziz University ini.
Kiai Said juga mengatakan apapun yang menjadi pilihan para ulama dan pesantren di Jawa Timur terkait calon kepala daerah, tentu akan ia dukung penuh.
“Yang penting pilihan kiai Jatim pasti saya dukung, pasti saya oke kalau itu keputusan ulama-ulama pesantren, kiai kultural NU atau struktural pasti kita mendukung,” terang mantan Aktivis PMII ini. (Dur)
