Home PERISTIWA Oknum Pegawai Kecamatan Diduga Aniaya Karyawan SPBU di Tuban, Tiga Korban Luka

Oknum Pegawai Kecamatan Diduga Aniaya Karyawan SPBU di Tuban, Tiga Korban Luka

21

kabartuban.com – Dugaan aksi kekerasan yang melibatkan seorang oknum pegawai Kecamatan Parengan menggemparkan warga Kabupaten Tuban. Insiden tersebut terjadi di SPBU Parengan, Jalan Cokrokusumo Parengan–Bojonegoro, Desa Parangbatu, Sabtu malam (7/2/2026), dan mengakibatkan sejumlah karyawan SPBU mengalami luka hingga harus menjalani perawatan medis.

Terduga pelaku berinisial J, diketahui bertugas di bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Parengan serta merupakan sopir pribadi camat setempat. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap beberapa karyawan SPBU usai terlibat cekcok di area pengisian BBM sekitar pukul 18.45 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat antrean pengisian BBM jenis Pertamax sedang berlangsung. Seorang pengendara sepeda motor matic telah lebih dulu mengantre, sementara mobil hitam yang dikendarai J berada tepat di belakangnya dengan posisi parkir tidak rapi.

Tanpa alasan yang jelas, J tiba-tiba turun dari mobil dan menghampiri operator SPBU bernama Ferdi, yang kala itu tengah melakukan pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual. Usai melayani kendaraan roda dua yang lebih dahulu mengantre, Ferdi justru menjadi sasaran kekerasan.

“Saya sedang melayani motor yang antre, tiba-tiba rambut saya dijambak,” ujar Ferdi, Minggu (8/2/2026).

Keributan kian memanas saat Ali Nasroh, mandor SPBU, berupaya melerai dan menanyakan penyebab tindakan tersebut. Namun, Ali justru mendapat pukulan di bagian perut disertai ancaman bernada intimidatif dari pelaku.

Tak berhenti di situ, operator SPBU lainnya, Prasojo, yang datang untuk melerai, justru menjadi korban paling parah. Ia dipukul di bagian wajah hingga terjatuh, kemudian kembali dihantam di bagian hidung sampai mengalami pendarahan.

“Selain dipukul, kaki Pak Prasojo juga diinjak. Korban harus dilarikan ke rumah sakit dan sampai sekarang masih dirawat,” ungkap Agus, mandor SPBU lainnya.

Korban lain, Riswadi, yang bekerja sebagai tukang kebun SPBU, turut menjadi sasaran saat berusaha melerai. Aksi pemukulan terhadapnya terekam kamera CCTV dan mengakibatkan pembengkakan di pipi kiri.

Usai melakukan dugaan penganiayaan terhadap sejumlah karyawan, pelaku langsung meninggalkan lokasi menggunakan mobil tanpa memberikan pertanggungjawaban.

Para korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parengan untuk diproses secara hukum. Laporan tersebut kini telah dilimpahkan ke tingkat Polres.

Camat Parengan, Darmadin Noor, membenarkan bahwa salah satu stafnya terlibat dalam insiden tersebut. Ia mengaku baru mengetahui kejadian itu pada Minggu pagi dan menyebut akan menempuh penyelesaian secara kekeluargaan.

“Saya sudah mengonfirmasi kepada yang bersangkutan. Kejadian ini akan kami upayakan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum pegawai kecamatan tersebut.

“Perkaranya baru kami terima dari Polsek Parengan dan akan segera kami tindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya. (fah)