Home HEADLINE Momentum Hardiknas, kabartuban Dorong Digitalisasi Aset Sekolah Lewat Workshop

Momentum Hardiknas, kabartuban Dorong Digitalisasi Aset Sekolah Lewat Workshop

11

kabartuban.com – Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, isu transformasi digital di sektor pendidikan kembali mengemuka. Salah satu tantangan yang masih dihadapi banyak lembaga pendidikan adalah pengelolaan data aset yang belum terintegrasi dan masih bergantung pada sistem manual.

Menjawab persoalan tersebut, kabartuban.com menggelar workshop bertajuk “Manajemen Data Aset Lembaga Pendidikan Berbasis Digital” di SMAIT Al Uswah Tuban, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang edukasi bagi para pengelola lembaga pendidikan untuk mulai beradaptasi dengan sistem digital yang lebih efektif dan transparan.

Workshop tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Tuban–Bojonegoro, Zuliati, S.Kom., M.M., selaku Kasubbag Tata Usaha. Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber dari kalangan praktisi, yakni Dhidin Haris, S.T., IT Consultant sekaligus praktisi pendidikan, serta Nur Hasnasanah, S.M., Customer Relations Agens.

Pimpinan Redaksi kabartuban.com, Muhaiminsah, menegaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh realitas di lapangan, di mana banyak sekolah masih mengelola aset secara konvensional, mulai dari pencatatan di buku hingga penggunaan spreadsheet sederhana yang rentan terhadap kesalahan dan kehilangan data.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kami ingin mendorong lembaga pendidikan agar mulai beralih ke sistem yang lebih modern melalui pemanfaatan aplikasi berbasis web, sehingga pengelolaan aset dapat dilakukan secara otomatis, transparan, dan terorganisir,” ujarnya.

Ia menambahkan, digitalisasi aset bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan tata kelola lembaga pendidikan. Dengan sistem yang terintegrasi, pihak sekolah dapat memantau kondisi aset secara real-time, meminimalkan kehilangan data, serta mempermudah proses pelaporan.

Lebih jauh, Muhaiminsah menilai sektor pendidikan harus menjadi prioritas dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, inovasi tidak hanya menyasar kurikulum dan metode pembelajaran, tetapi juga aspek manajerial, seperti pengelolaan aset dan administrasi.

Workshop ini terselenggara atas kerja sama dengan SMAIT Al Uswah Tuban serta mendapat dukungan dari sejumlah mitra, di antaranya PT Nomatech, PT Solusi Bangun Indonesia, Bank Jatim, serta Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban.

Sementara itu, Zuliati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan kabartuban.com. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam mendorong tata kelola pendidikan yang lebih akuntabel dan berbasis teknologi.

“Langkah seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola pendidikan, khususnya dalam hal pengelolaan aset yang selama ini sering kali menjadi titik lemah. Dengan digitalisasi, kami berharap prosesnya menjadi lebih tertib, efisien, dan mudah diaudit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa persoalan aset sekolah bukan hal sepele. Ia bahkan menyinggung banyaknya temuan audit di sekolah negeri, khususnya di wilayah Bojonegoro.

“Di Bojonegoro, ada lebih dari 100 temuan terkait aset dari BPK dan inspektorat. Kelihatannya kecil, tetapi sebenarnya berdampak besar,” ujarnya.

Zuliati menjelaskan, salah satu temuan yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian antara data dan kondisi di lapangan. Saat dilakukan pemeriksaan, barang yang tercatat tidak sepenuhnya dapat ditunjukkan.

“Misalnya dalam perencanaan ada tiga laptop dan enam AC. Ketika dicek, yang ditunjukkan hanya tiga. Ternyata sisanya masih di gudang, bahkan masih dalam kardus. Ini tetap menjadi temuan. Artinya, perencanaan dan kebutuhan tidak sinkron,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengadaan barang seharusnya dilakukan berdasarkan kebutuhan riil, bukan sekadar perencanaan administratif. Jika tidak, hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam audit.

“Tidak boleh membeli jika belum benar-benar dibutuhkan. Ini yang harus dipahami bersama,” tegasnya.

Melalui workshop ini, kabartuban.com menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berkutat pada proses belajar mengajar, tetapi juga mencakup tata kelola institusi yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Digitalisasi aset sekolah menjadi langkah awal menuju sistem pendidikan yang lebih transparan, akuntabel, dan berdaya saing di era modern. (fah)